NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda dengan memperluas akses informasi dan peluang pendidikan kedinasan bagi pelajar di Kabupaten Puncak. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini menyasar para pelajar SMA dan SMK di wilayah pegunungan Papua Tengah, yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap informasi pendidikan lanjutan, khususnya sekolah kedinasan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Puncak Nenu Tabuni, para Asisten Setda, serta perwakilan instansi terkait sebagai bentuk dukungan bersama dalam membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi putra-putri daerah.
Kabid Pengembangan SDM BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Wanda Joice Tangkere, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menjawab kesenjangan informasi pendidikan di wilayah Papua Tengah.
“Selama ini, banyak pelajar hanya mengenal satu sekolah kedinasan, padahal ada banyak pilihan lain yang dapat membuka peluang karier yang luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai sekolah kedinasan seperti Politeknik Keuangan Negara (STAN), Politeknik Statistika (STIS), Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Politeknik Imigrasi (Poltekim), hingga Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) memiliki potensi besar untuk diakses oleh generasi muda Papua.
Sebagai bentuk kepedulian yang lebih konkret, Pemprov Papua Tengah juga menghadirkan program pembinaan khusus berupa bimbingan belajar intensif selama satu bulan penuh di Jayapura. Program ini dirancang untuk membantu para pelajar memahami pola seleksi nasional yang ketat, sekaligus memperkuat kesiapan akademik dan mental mereka.
Melalui pendampingan tersebut, diharapkan pelajar asli Papua dapat memiliki kesempatan yang setara dan mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini adalah bentuk komitmen kami agar tidak ada lagi anak-anak Papua yang tertinggal dalam mengakses pendidikan berkualitas,” tambah Wanda.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran generasi Papua Tengah di sekolah kedinasan nantinya diharapkan mampu mengisi posisi strategis di berbagai instansi pemerintahan, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Dengan pendekatan yang penuh kepedulian dan inklusif, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap membangun daerahnya dengan kompetensi dan semangat pengabdian.
