Papua – Sejumlah elemen mahasiswa Papua menggelar aksi serentak nasional guna memperingati 59 tahun keberadaan PT Freeport Indonesia di berbagai daerah pada Senin (4/5). Dalam menyikapi dinamika tersebut, tokoh masyarakat Papua, Beny Nahara, mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif.
Dalam aksinya, massa menyuarakan aspirasi terkait dampak keberadaan perusahaan tambang terhadap kesejahteraan masyarakat asli Papua. Para demonstran menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional perusahaan, transparansi pengelolaan sumber daya alam, hingga peningkatan kesejahteraan bagi warga.
Menanggapi aksi tersebut, Beny Nahara menekankan pentingnya bagi mahasiswa dan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia mengajak semua elemen untuk fokus menatap masa depan demi kemajuan dan stabilitas di tanah Papua.
“Mari kita ciptakan damai, Kamtibmas, kita mendukung TNI-Polri, kita tidak lihat lagi masa-masa lalu, jangan lihat ke belakang, lihat ke belakang berarti tiang garam, tapi kita lihat ke depan, mari kita ciptakan suasana yang baik ke depan, sehingga Papua aman. Damai,” ujar Beny Nahara dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Hingga Senin siang, situasi di sejumlah titik aksi dilaporkan berlangsung relatif terkendali dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan untuk mencegah potensi gangguan ketertiban. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga.
Beny berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengutamakan ruang dialog dalam menyikapi persoalan yang ada. Sinergi antara seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan Papua yang tetap aman dan harmonis.
