28/04/2026
apresiasi

Kapolda Papua dan MRP bahas afirmasi OAP pada rekrutmen Polri 2026

Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) membahas penguatan kebijakan afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam penerimaan anggota Polri Tahun 2026.

Audiensi yang berlangsung di Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, Jumat (24/4), tersebut turut dihadiri pejabat utama Polda Papua serta Panitia Khusus (Pansus) afirmasi penerimaan anggota Polri dari MRP.

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin mengatakan proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan profesional tanpa praktik titipan, sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi,” katanya.

Ia menjelaskan jumlah pendaftar calon anggota Polri di Papua mencapai lebih dari 4.000 orang, sementara kuota yang tersedia sekitar 300 orang.

Menurut dia, tingginya minat tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas seleksi sekaligus mengakomodasi kebijakan afirmasi bagi OAP.

Kapolda menambahkan Polri menerapkan sejumlah kebijakan afirmatif, di antaranya penyesuaian persyaratan fisik serta komposisi kelulusan yang ditargetkan 70 persen OAP dan 30 persen non-OAP.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari regulasi Mabes Polri untuk memberikan ruang lebih luas bagi putra daerah tanpa mengabaikan standar kompetensi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi personel Polri, khususnya di wilayah pedalaman, guna meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Selain itu, Kapolda Papua mendorong pemerintah daerah untuk mendukung program afirmasi melalui penyediaan anggaran pendidikan bagi calon peserta sejak tahap awal hingga pelantikan.

Sementara itu, MRP menyatakan dukungan terhadap kebijakan afirmasi tersebut serta mendorong peningkatan kuota bagi OAP.

MRP juga berkomitmen melakukan edukasi kepada masyarakat guna menghilangkan stigma negatif terkait praktik “titip-menitip” dalam proses rekrutmen anggota Polri.

Melalui audiensi tersebut diharapkan pelaksanaan rekrutmen anggota Polri Tahun 2026 dapat berjalan transparan, berkeadilan, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Papua untuk mengabdi kepada negara.

Related posts

Restores a Sense of Security, Police Picks Up Elementary School Students in Kapiraya

Jubir News

Papua Governor Urges KADIN Investments to Deliver Tangible Benefits for Local Communities

Jubir News

Patroli Satgas Damai Cartenz di Ilaga Berjalan Aman, Jalur Rawan Dipantau Intensif

Jubir News