30/08/2025
Kesehatan Pemerintahan

Pemekaran Wilayah Papua Permudah Pelayanan Kesehatan

Jubirnews.com – Tokoh Papua  Willem Frans Ansanay mengatakan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua berdampak sangat positif bagi masyarakat. 

Menurutnya, karakteristik tanah Papua berbeda dengan daerah lainnya. 

Dia mencontohkan, luas satu Kabupaten di Papua  ada yang sama dengan satu Propinsi di Pulau Jawa. 

“Papua harus ditangani serius, terutama pada sektor kesehatan. Hanya saja sejumlah permasalahan  di Papua masih ditemui, wilayah yang dekat dengan Propinsi saja masih kekurangan bagaimana dengan wilayah lainnya. 

Alokasi anggaran untuk Kesehatan itu 15 %, seharusnya sektor kesehatan bisa 25 atau 50%. Kalau infrastruktur, kan bisa dengan alokasi anggaran lainnya,” ujarnya seusai acara Webinar Moya Discussion Group-Unity In Pembanguna Diversity (UID) dengan tema “Kesehatan di Papua Melalui Dana Otsus”, Jumat (20/11/2020).

Willem menuturkan dengan keterbatasan sarana kesehatan dan  jarak yang jauh menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan. 

Untuk itu. Sebagai salah satu solusinya adalah dengan pemekaran wilayah Papua. 

Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua mengatur sejumlah aspek. Di antaranya, mempertegas rencana pemekaran wilayah atau pemerintah provinsi (pemprov) di Papua. 

“Dilakukan atau penegasan Pasal 76 tentang pemekaran daerah Papua. Dengan adanya pemekaran diharapkan pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, tepat dan mudah dirasakan masyarakat,”ujar mantan ASN DKI Jakarta ini. 

Dirinya mengungkapkan, jika anak Milenial ada yang teriak yang berbeda dengan Pemerintah Indonesia jangan salahkan mereka.

Pasalnya, mereka tidak mendapatkan pelayanan dengan baik atau tidak sampai.

Padahal, lanjutnya, yang 20 tahun lagi jika kondisi ini terus dibiarkan maka bisa menjadi bencana bagi bangsa Indonesia. 

“Untuk itu pengawasan dana Otsus Papua harus dilakukan secara menyeluruh, agar dana tersebut terlaksana dengan maksimal. Saya mendorong untuk  pemekaran Papua agar pelayanan masyarakat dapat mudah dijangkau,” terangnya. 

Sementara itu, pemerhati Papua Prof. Imron Cotan mendukung adanya pemekaran Papua. 

Mengingat wilayah Papua begitu luas dengan penduduknya tidak banyak,  pelayanan  kesehatan  agak terhambat. Bisa dibayangkan, untuk menempuh wilayah diperlukan waktu berhari-hari. 

“Saya setuju dengan adanya pemekaran untuk kemudahan pelayanan kesehatan di Papua. Sebab, kesehatan faktor utama pemenuhan kebutuhan manusia. Dengan sehat dan pendidikan baik, maka masa depan masyarakat Papua lebih baik,” harapnya.

Related posts

Polda Papua Butuh Tambahan 500 Brimob Nusantara untuk Keamanan Pilkada Serentak

Jubir News

Demi Tahan Banting, Tukang Ojek dan Sopir di Pegunungan Tengah Papua Konsumsi Sabu

Jubir News

Tokoh Agama Papua Himbau Jaga Papua Sebagai Tanah Damai

Jubir News

Leave a Comment