26/08/2026
Uncategorized

Festival Budaya Pelajar Jadi Bukti Kemajuan Pendidikan Papua Tengah dalam Membangun Karakter Generasi Muda

Nabire – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa dunia pendidikan perlu memberikan perhatian yang seimbang antara pencapaian akademik dengan pembentukan karakter, pengembangan seni budaya, serta keterampilan peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Saat memberikan sambutan pada penutupan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 di Nabire, Sabtu, Meki menilai sekolah memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang mampu bersaing tanpa meninggalkan identitas budaya yang dimiliki.

“Di tengah pesatnya perkembangan zaman saat ini, sekolah tidak hanya fokus kepada kemampuan akademik siswa saja, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan pelajar,” kata Meki.

Menurutnya, pelajar Papua Tengah harus dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas, disiplin, percaya diri, menghargai budaya, serta mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendukung berbagai program yang mendorong berkembangnya kreativitas, bakat, dan potensi peserta didik di seluruh wilayah.

Meki mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah yang menyelenggarakan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar sebagai wadah pengembangan karakter sekaligus kreativitas generasi muda.

“Langkah Disdikbud Papua Tengah yang menyelenggarakan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar adalah langkah nyata agar pelajar dapat mengekspresikan kreativitas, seni, budaya, dan inovasi sekaligus membangun karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui festival tersebut para pelajar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, belajar menghargai proses, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat kerja sama antarpeserta.

Namun demikian, Meki berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni tahunan. Ia meminta agar Disdikbud Papua Tengah menindaklanjutinya melalui pembinaan yang berkesinambungan terhadap minat dan bakat peserta didik.

“Perlu ada tindak lanjut melalui pembinaan minat dan bakat pelajar, pendataan potensi peserta, dokumentasi karya, serta ruang tampil yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peningkatan kualitas generasi muda membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, hingga para pelajar agar proses pembinaan dapat berjalan secara optimal.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026, Deni Tenouye, mengatakan kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar SMA dan SMK yang berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah.

Berbagai cabang perlombaan digelar dalam festival tersebut, di antaranya tari kreasi, musik akustik lokal, pameran stan budaya, peragaan busana, kreasi kuliner lokal, hingga lomba bertutur cerita.

Menurut Deni, penyelenggaraan festival bertujuan membangun identitas generasi muda, menggali potensi kreatif pelajar, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Papua Tengah.

Pada pelaksanaan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026, Kabupaten Deiyai berhasil meraih predikat juara umum dan memperoleh hadiah sebesar Rp43 juta.

Related posts

Fighting Amid Threats, Papua Community Bravely Battles Armed Criminal Groups

Jubir News

Udara Papua Barat Daya Dipastikan Bersih, Warga Diminta Jaga Lingkungan

Jubir News

Beneath Blooming Boughs Unleash Whimsical Wins with Garden Party Slots

Jubir News