Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua resmi meluncurkan Kartu Pelajar Cerdas (PACE) dan Kartu Mahasiswa Cerdas (MACE) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda Papua yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.
Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, di Kota Jayapura, Jumat (12/6). Program Pace-Mace dihadirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama dalam mendorong kemajuan Papua.
Menurut Gubernur Mathius D. Fakhiri, pembangunan Papua tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang akan mengelola dan mengembangkan potensi tersebut.
“Peluncuran kartu Pace-Mace bukan sekadar peluncuran kartu bantuan pendidikan, melainkan sebuah komitmen dan gerakan besar untuk membangun generasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” kata Fakhiri.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mendukung proses pembangunan manusia secara berkelanjutan, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Melalui program ini, para pelajar dan mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita mereka.
“Kemajuan Papua tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga kualitas manusia yang mengelola. Karena itu, pembangunan manusia menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Selain memperluas akses pendidikan, Pemerintah Provinsi Papua juga berkomitmen memberikan perhatian khusus kepada putra-putri Papua yang memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan pada berbagai perguruan tinggi kedinasan, seperti Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara STAN, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta sekolah kedinasan lainnya.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Papua untuk berkiprah di berbagai sektor strategis dan menjadi bagian dari pembangunan bangsa.
Gubernur Papua menambahkan bahwa program Pace-Mace akan memperkuat berbagai program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang telah dijalankan sebelumnya dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, pemerataan, dan kolaborasi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, menjelaskan bahwa pada tahap awal, Kartu Pelajar Cerdas (PACE) akan diberikan kepada peserta didik di 12 sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Papua dan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Sedangkan Kartu Mahasiswa Cerdas (MACE) akan diberikan kepada mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas dukungan pendidikan bagi generasi muda Papua.
“Sedangkan untuk kartu Mace akan diberikan kepada mahasiswa sehingga kami harapkan program-program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua,” kata Marthen.
Melalui program Pace-Mace, Pemerintah Provinsi Papua berharap semakin banyak pelajar dan mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi akademik, serta menjadi generasi penerus yang mampu membawa Papua menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.Versi ini lebih menonjolkan harapan, kesempatan, dan masa depan generasi Papua, sehingga terasa lebih dekat dengan kepentingan masyarakat dibanding sekadar berita peluncuran program pemerintah.
