Jakarta – Perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Papua kembali ditunjukkan melalui pengembangan Bandara Douw Aturure yang kini mampu melayani pesawat berbadan besar. Transformasi ini menjadi simbol harapan baru bagi kemajuan dan konektivitas wilayah Nabire, Papua Tengah.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan bandara tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Hal ini disampaikan usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Nabire.
Menurut Ribka, upaya panjang yang sebelumnya penuh tantangan kini telah membuahkan hasil. Perpanjangan landasan pacu hingga mampu didarati pesawat jenis Boeing menjadi bukti bahwa pembangunan yang direncanakan pemerintah berjalan secara konsisten dan terarah.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga meninjau langsung kesiapan serta pengembangan bandara guna memastikan infrastruktur transportasi udara dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Peninjauan ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis.
Pemerintah terus memperkuat fasilitas di bandara, baik sisi udara maupun sisi darat, termasuk runway, apron, taxiway, terminal penumpang, hingga fasilitas kargo. Dengan perpanjangan runway dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter, bandara kini memiliki kapasitas yang lebih besar untuk mendukung aktivitas penerbangan.
Pengembangan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang merata, sekaligus memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua, khususnya di Nabire dan sekitarnya.
