MIMIKA – Penjabat (Pj) Bupati Mimika, Yonathan Demme Tangdilintin, berencana memanggil Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait maraknya peredaran uang palsu. Langkah ini diambil setelah ditemukan kasus penggunaan uang palsu untuk transaksi di salah satu bar di Mimika.
Yonathan menilai edukasi kepada masyarakat sangat penting agar mereka dapat mengenali ciri-ciri uang palsu dan tidak menjadi korban. Ia meminta Diskominfo memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, baik melalui media massa maupun media sosial, agar informasi ini bisa tersampaikan secara luas.
“Nanti Diskominfo saya panggil untuk mengedukasi melalui media dan grup informasi, tanpa bermaksud membuat resah masyarakat. Ini penting agar masyarakat lebih waspada dan bisa membedakan antara uang asli dan palsu,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti dalam setiap transaksi. Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) guna memastikan keaslian uang rupiah yang diterima.
Menurutnya, pencegahan bisa dilakukan jika masyarakat memiliki pemahaman yang cukup tentang peredaran uang palsu. Oleh karena itu, ia berharap Diskominfo segera bergerak cepat dalam memberikan edukasi dan menyebarkan informasi yang mudah dipahami oleh semua kalangan.