Papua- Diketahui Kelompok kriminal bersenjata atau KKB terus mengusik. Tak hanya menyasar aparat keamanan, tetapi belakangan masyarakat sipil ikut jadi sasaran. Belum lagi bentrok antara aparat dan KKB yang membuat warga sipil kerap menjadi korbannya.
Mengacu data dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz, satuan tugas operasi bersama TNI dan Polri di Papua, sepanjang 2023, ada 209 peristiwa kekerasan kriminal bersenjata dan politik di wilayah Papua. Dari kejadian tersebut, sebanyak 79 orang tewas, terdiri dari 37 warga sipil, 20 prajurit TNI, 3 anggota Polri, dan 19 anggota KKB. Angka kematian akibat konflik ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama tahun 2022, ada 53 orang tewas.
Konflik masih tampak ketika tahun berganti. Catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dalam kurun waktu Maret hingga April 2024, setidaknya ada 12 peristiwa kekerasan di Papua. Kekerasan ini tak hanya menyasar anggota TNI/Polri, tetapi juga warga sipil. Dari 12 peristiwa tersebut, empat warga sipil dan lima anggota TNI/Polri terluka. Kemudian, delapan orang meninggal, yang terdiri dari lima anggota TNI/Polri dan tiga warga sipil. Tak hanya itu, dua perempuan menjadi korban kekerasan seksual.
Pilot asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, ikut menjadi kebrutalan KKB. Pilot helikopter yang bekerja untuk PT Intan Angkasa Air Service ini tewas setelah ditembak oleh KKB di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, awal Agustus 2024.
Pemerintah tidak diam saja melihat konflik yang tak kunjung usai di Papua. Dalam wawancara tertulis dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, pemerintah disebutnya sudah melakukan berbagai upaya, baik operasi keamanan, pembangunan infrastruktur, maupun dengan cara dialog untuk mewujudkan perdamaian di Papua.
“Dari sisi pendekatan keamanan, operasi keamanan di Papua untuk menghadapi KKB terutama di daerah-daerah rawan, seperti Pegunungan Tengah Papua, diklaimnya berhasil menekan aksi KKB meskipun konflik bersenjata di beberapa daerah masih berlanjut,” terangnya.
Lanjut, berdasarkan data yang telah dihimpun Kemenko Polhukam, sepanjang semester pertama tahun 2024 (Januari-Juni), jumlah kasus kekerasan oleh KKB menurun menjadi 29 kasus dari tahun sebelumnya. Penurunan ini memberikan dampak positif terhadap stabilitas keamanan, dan memungkinkan pemerintah lebih fokus pada peningkatan pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan serta rasa aman masyarakat.
Ditambah lagi, pada 21 September lalu, pemerintah bersama aparat keamanan telah berhasil membebaskan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kagoya dengan pendekatan lunak.
”Keberhasilan dari pemebebasan Pilot Susi Air silam merupakan keberhasilan yang luar biasa, apalagi dengan menggunakan sistem tanpa adanya Operasi militer dalam penggunaan senjata api. Saya menekankan bahwa kedepan Pemerintah harus menggunakan pendekatan Lunak dalam setiap permasalahan di Papua dan penyelesaian dengan penegakan hukum,” ucapnya.
Ia menekankan Penanganan kelompok kriminal bersenjata ke depan memang harus dengan penegakan hukum terhadap pelaku aksi kekerasan bersenjata dan aktor-aktornya, baik kelompok kriminal bersenjata maupun terhadap aparat keamanan.
“Penegakan hukum ini akan menurunkan intensitas aksi kekerasan bersenjata,” tandasnya.