31/08/2025
Pemerintahan Pendidikan Politik

Otsus Papua Sudah Berjalan Sejak Pemerintahan Habibie

Jubirnews.com – Ketua Presidium Dewan Papua Thaha Al Hamid dikenal masyarakat saat memperjuangkan Papua merdeka dan mendorong untuk menyelesaikan persoalan di Bumi Cenderawasih secara damai.

Atas perjuangan itu, pemerintah Indonesia memberikan otonomi khusus (otsus) yang merupakan kesepakatan bersama dalam Kongres Rakyat Papua tahun 2000. Kebijakan itu menjadi solusi politik bagi persoalan di Papua.

Thaha Al Hamid di era pemerintahan Presiden BJ Habibie merupakan salah satu personel Tim 100 yang diminta merumuskan penyelesaian persoalan Papua. Sebelumnya, mereka menyampaikan sudah cukup bersama Indonesia dan akan berpisah atau berdiri sendiri.

“Kebetulan di generasi kami prosesnya berlangsung seperti itu. Kami memilih setelah pulang dari Tim 100. Habibie bilang “kamu pulang dan renungkan.” Akhirnya kami putuskan kita bikin Kongres Papua,” kata Thaha Al Hamid dalam diskusi bersama Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi di kanal Youtube Lanud Silas Papare.

Dia pun menyoroti gerakan yang muncul belakangan ini. Menurut Thaha Al Hamid, perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok orang saat ini telah kehilangan tujuan awalnya. 

“Intinya sekarang ini tidak ada ruh. Mau ke mana ruh perjuangan ini, mau ke mana, mau ke Papua merdeka kah. Sekarang orang lebih banyak bicara referendum. Referendum itu cuma jalan bukan tujuan,” katanya. 

Thaha Al Hamid juga mengkritik pihak-pihak yang kerap berbicara soal referendum tanpa ada tujuan jelas. Menurutnya, hal itu bukanlah solusi yang mengubah kondisi ke arah lebih baik. 

“Hari ini orang kalau bicara referendum, tolak otsus lalu kita referendum, saya ingin tahu mana itu roadnya. Saya ingin tahu jalannya. Jujur saja sehingga anak-anak muda lebih mengedepankan pergerakan fisik. Saya pikir tidak ada pilihan lain kita berhenti dan kita hidup baik-baik di Republik Indonesia,” jelasnya. 

Perjuangan panjang para tokoh Papua telah membuahkan hasil, otonomi khusus terhitung sudah 20 tahun berjalan. Otonomi khusus mengerjakan empat hal, yakni pengembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, dan infrastruktur.

“Saya selalu yakin spesial otonomi bukan itu hasil kami. Tapi itu ikhtiar yang benar karenanya mesti terus jalan dan berlanjut supaya kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat diperbaiki,” demikian Thaha Al Hamid

Related posts

Kemenkop UKM Tumbuhkan Kewirausahaan Pemuda Papua

Jubir News

Binmas Noken Polri Ajarkan Mengenal Huruf Dan Wawasan Kebangsaan Kepada Anak-anak Kampung Kago

Jubir News

Dinas Perdagangan Papua Pastikan Takaran BBM di SPBU Sesuai Standar Menjelang Ramadan dan Idulfitri

Jubir News

Leave a Comment