15/02/2026
Berita Utama Headline News

Penembakan Pesawat Smart Air di Papua, BEM KSI Desak Pemerintah Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku

Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas serta menangkap pelaku penembakan pesawat sipil milik Smart Air yang terjadi di Papua Selatan.

Insiden penembakan pesawat Cessna PK-SNR tersebut terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT. Peristiwa tragis itu mengakibatkan pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro meninggal dunia, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.

Koordinator Pusat BEM KSI, Charles Gilbert, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti pada penyelidikan awal semata. Ia meminta aparat keamanan bergerak cepat, profesional, dan transparan dalam membongkar pelaku serta jaringan yang terlibat.

“Ini bukan sekadar insiden keamanan biasa, tetapi tragedi kemanusiaan. Negara harus hadir secara tegas dengan mengusut tuntas dan memastikan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Charles, Kamis (12/2/2026).

Pesawat diketahui berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT dengan rute Tanah Merah–Koroway Batu. Saat hendak mendarat, pesawat ditembaki dari arah hutan sekitar bandara oleh orang tak dikenal.

BEM KSI menilai, jalur penerbangan perintis di Papua merupakan urat nadi mobilitas masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, guru, serta distribusi logistik. Karena itu, pengusutan menyeluruh dinilai penting tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil yang bergantung pada transportasi udara.

Selain mendesak pengungkapan pelaku, BEM KSI juga meminta pemerintah memperkuat pengamanan jalur penerbangan sipil di wilayah rawan serta memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga korban.

BEM KSI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bagian dari peran mahasiswa dalam memperjuangkan isu kemanusiaan dan keselamatan publik.

Sementara itu, aparat melalui Operasi Damai Cartenz telah melakukan pengamanan lokasi dan proses evakuasi korban. Pemerintah juga memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara serius guna mengungkap pelaku serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus secara transparan dan menyeluruh, sehingga keadilan bagi korban dapat ditegakkan dan keamanan penerbangan sipil semakin terjamin.

Related posts

Inovasi Baru Hidukan UMKM Papua Tengah: Pemprov Siapkan Modal dan Alat Dongkrak Ekonomi Kerakyatan

Jubir News

Aparat Selidiki Kebakaran Rumah Kosong di Puncak Jaya

Jubir News

Tokoh Agama Papua: Polri Telah Berkontribusi Besar dalam Menjaga Kedamaian

Jubir News