30/11/2025
Berita Utama

Tolak Provokasi, Frids Semuel Ingatkan 1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia

Biak – Menjelang peringatan 1 Desember, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Biak Numfor, Frids Semuel Arfayan, mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan pentingnya memelihara stabilitas keamanan serta meluruskan pemahaman yang keliru seputar tanggal tersebut.

Arfayan menegaskan bahwa 1 Desember secara internasional diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, dan bukan merupakan hari kemerdekaan Papua.

“Saya memahami bahwa tanggal 1 Desember sering dikaitkan dengan narasi politik tertentu di Papua, namun perlu dipahami bahwa tanggal tersebut bukanlah hari kemerdekaan Papua,” jelas Arfayan.

Dia menguraikan bahwa klaim sebagian kalangan yang menyatakan 1 Desember sebagai hari kemerdekaan Papua Barat merujuk pada peristiwa historis pengibaran bendera Bintang Kejora dan pembentukan Dewan Nugini. Namun, Arfayan menekankan bahwa klaim tersebut tidak memiliki pengakuan secara hukum.

“Klaim kemerdekaan tersebut tidak diakui oleh Pemerintah Indonesia maupun masyarakat internasional. Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Arfayan mengingatkan bahwa isu ini bersifat sensitif dan berpotensi memicu ketegangan. Dia mengajak semua pihak untuk memahami latar belakang sejarah klaim tersebut dengan bijak, sambil mengutamakan harmoni dan persatuan bangsa.

Dalam pernyataannya, Arfayan juga menyoroti berbagai upaya pembangunan yang terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, mencakup bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Menyikapi potensi gangguan keamanan, Arfayan mengungkapkan bahwa isu 1 Desember sering menjadi fokus perhatian karena dapat memicu aktivitas yang mengganggu ketertiban. Untuk mengantisipasinya, langkah-langkah penguatan pengamanan biasanya ditingkatkan.

“Penyebaran informasi yang tidak tepat atau bersifat provokatif mengenai isu Papua dapat memperburuk situasi. Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan persatuan di tanah Papua,” imbaunya.

Selain isu 1 Desember, pihaknya juga memfokuskan pengamanan selama periode Natal dan Tahun Baru. Peningkatan aktivitas masyarakat, potensi gangguan keamanan, dan kelancaran transportasi menjadi perhatian khusus.

Arfayan menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat vital dalam menjaga keamanan. Dia mengimbau warga untuk tetap waspada, melaporkan kegiatan mencurigakan, dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kolektif. Dengan gotong royong seluruh komponen masyarakat Papua, khususnya di Biak Numfor, kita dapat mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif,” pungkas Frids Semuel Arfayan.

Related posts

KKB Always Makes Propaganda To Justify Its Criminal Behavior

Jubir News

Luar Biasa: Inilah Serangkaian Keberhasilan Brigjen Dr Faizal Ramadhani selama menjadi Ka Ops Damai Cartenz 2023-2024

Jubir News

Pasca PSU Gubernur Papua, Tokoh Keerom Damai Serukan Persaudaraan dan Keamanan

Jubir News