Nabire — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menegaskan komitmennya mendorong kemandirian ekonomi kampung di Papua melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad). Hal itu disampaikan Yandri saat memberikan keterangan kepada media di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (12/8).
Menurutnya, program Tekad berfokus pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, termasuk penyaluran bantuan modal agar kampung-kampung di Papua dapat mengoptimalkan potensi lokal. “Program ini akan mendukung pemenuhan bahan baku makan siang bergizi di sekolah dengan berkolaborasi bersama MBG dan Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.
Menteri Desa juga menekankan pentingnya pengawasan penggunaan dana desa yang jumlahnya besar di Papua. Ia menyebutkan, total dana desa yang dialokasikan ke Papua mencapai Rp6,3 triliun per tahun, dengan Rp1,1 triliun di antaranya untuk Papua Tengah. “Kami minta dukungan bupati dan seluruh pemangku kepentingan agar dana ini benar-benar dinikmati masyarakat,” tegas Yandri.
Selain untuk pemberdayaan ekonomi, dana desa juga diarahkan bagi program perbaikan rumah tidak layak huni serta mendukung pendidikan anak usia dini. “Kita ingin sedikit demi sedikit mengurai persoalan perumahan di Papua,” tambahnya.