Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar. Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Tanah Papua.
Mulai Juli 2025, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memeriksa kondisi kesehatan siswa. Program ini mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, madrasah, SLB, hingga Sekolah Rakyat.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Papua mendapatkan akses kesehatan dasar sejak dini. Ini bukan sekadar pemeriksaan, tapi juga upaya preventif untuk mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin,” jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua, Arry Pontiku.
- Siswa SD: Pemeriksaan tanpa pengambilan darah, meliputi pengisian kuesioner dan pemeriksaan fisik sederhana.
- Siswa SMP & SMA: Pemeriksaan lebih detail, termasuk tes anemia, gula darah, hepatitis, serta edukasi tentang imunisasi HPV untuk remaja.
- Sekolah Rakyat: Fokus tambahan pada penyakit yang sering ditemui di Papua, seperti kusta, frambusia, skabies, dan malaria.
Tak hanya pemeriksaan, program ini juga menyertakan edukasi kesehatan dengan metode menyenangkan, seperti kuis dan sosialisasi kebersihan diri. Tujuannya, meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan.
“Kesehatan adalah investasi terbesar bagi masa depan. Dengan memastikan anak-anak sehat hari ini, kita sedang membangun Papua yang lebih kuat di masa depan,” tegas Arry.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menyambut bonus demografi dan mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Diharapkan, langkah ini dapat mengurangi angka stunting, penyakit menular, dan masalah kesehatan lain yang kerap menghambat pertumbuhan anak di Papua.