Jayapura, Papua – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan kembali komitmennya pada tiga pilar utama pembangunan: Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Papua, Jimmy Thesia, menekankan bahwa program-program ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di seluruh wilayah.
Inisiatif prioritas tersebut akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2026, dengan fokus pada pengembangan potensi masyarakat adat. Cetak biru ekonomi untuk wilayah Tabi dan Saireri akan menjadi panduan investasi di sektor sumber daya lokal dan infrastruktur.
“Hasil Musrenbang ini menjadi rekomendasi penting untuk penyusunan RKPD final dan akan diajukan dalam Musrenbang Nasional untuk menyelaraskan prioritas provinsi dan pusat,” ujar Thesia pada penutupan forum dua hari di Sasana Krida, Jumat (30/4/2025).
Hasil Penting Musrenbang
– Identifikasi tantangan pembangunan dan program prioritas.
– Penyelarasan program daerah dengan agenda nasional, termasuk alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus).
– 50 dari 90 usulan sub-kegiatan dari sembilan kabupaten/kota di Papua direkomendasikan untuk ditinjau lebih lanjut dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Pj. Sekda Suzana Wanggai mengakui keterbatasan fiskal tetapi menekankan pentingnya dampak nyata. “Forum ini memastikan kebijakan kami benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Hasilnya akan menjadi bahan diskusi di Musrenbang Nasional di Jakarta,” tegasnya.
Pemerintah bertujuan menyeimbangkan kehati-hatian fiskal dengan hasil pembangunan yang transformatif, demi Papua yang inklusif.