Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua resmi mencanangkan Distrik Muara Tami sebagai salah satu lumbung pangan daerah melalui kegiatan penanaman jagung seluas lima hektare di Kampung Skow Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Sabtu (14/2).
Pencanangan ini menjadi langkah konkret Pemprov Papua dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian produksi komoditas strategis di wilayah timur Indonesia. Muara Tami dinilai memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur, sehingga sangat prospektif untuk pengembangan tanaman pangan, khususnya jagung dan padi.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan pemerintah provinsi bersama aparat distrik dan kelompok tani setempat turut melakukan penanaman perdana sebagai simbol dimulainya program pengembangan kawasan pangan terpadu di wilayah perbatasan tersebut.
Pemprov Papua menilai, penguatan sektor pertanian di Muara Tami tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemberdayaan petani lokal serta penguatan ekonomi masyarakat kampung. Dengan optimalisasi lahan yang ada, diharapkan Muara Tami dapat menjadi sentra produksi jagung dan padi yang mampu menyuplai kebutuhan Kota Jayapura dan sekitarnya.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah melalui stabilisasi pasokan bahan pangan. Pemerintah provinsi akan terus melakukan pendampingan, mulai dari penyediaan bibit unggul, dukungan sarana produksi, hingga penguatan akses pasar bagi hasil panen petani.
Ke depan, Muara Tami diharapkan tidak hanya menjadi simbol lumbung pangan baru di Papua, tetapi juga model pengembangan kawasan pertanian berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan berdaya saing.
