Nabire – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopdag) Papua Tengah meluncurkan strategi penguatan sektor hilir agar masyarakat asli Papua tidak lagi sekadar menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi wilayah.
Hal itu sejalan dengan cita-cita Pemprov Papua Tengah memandirikan pelaku usaha lokal sehingga adanya intervensi modal dan teknologi produksi yang masif.
Sebagai provinsi baru, Papua Tengah memerlukan pondasi ekonomi yang berakar pada kekuatan rakyat kecil untuk menghadapi tantangan pasar bebas di masa depan.
Fokus utama program ini adalah mentransformasi pelaku usaha tradisional menjadi aktor industri yang memiliki daya saing tinggi dan standar kualitas nasional.
Pemprov memandang bahwa keterlibatan aktif masyarakat lokal adalah kunci utama dalam menciptakan stabilitas sosial dan kemandirian fiskal daerah.
Kepala Diskopdag Papua Tengah, Norbertus Mote, menegaskan bahwa pembentukan koperasi unggulan menjadi program prioritas pada tahun 2026.
Pihaknya menargetkan minimal terdapat satu koperasi percontohan di setiap kabupaten sebagai motor penggerak usaha kolektif masyarakat.
“Jadi keberadaan koperasi ini akan berfungsi sebagai lembaga penyangga yang menjamin ketersediaan bahan baku serta akses pasar bagi para perajin lokal,” ujar Norbertus di Nabire, Selasa (3/2/2026).
Norbertus menilai bahwa penguatan institusi ekonomi di tingkat bawah akan mempercepat distribusi kesejahteraan secara lebih merata ke wilayah pedalaman.
“Targetnya jelas, minimal terdapat satu koperasi unggulan di setiap kabupaten yang berfungsi sebagai penggerak usaha,” ungkapnya.
Selain penguatan kelembagaan, Diskopdag Papua Tengah juga berfokus pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan teknis yang berkelanjutan.
Para pengusaha lokal akan mendapatkan bimbingan intensif mengenai manajemen keuangan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital.
Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan bantuan peralatan kerja modern untuk meningkatkan efisiensi dan volume produksi skala industri kecil menengah.
Dukungan ini dibarengi dengan penyaluran modal stimulus guna memicu lahirnya wirausaha baru di sektor-sektor produktif.
