05/02/2026
Berita Utama Olahraga

Dari Papua untuk Indonesia: Persipura, Sepak Bola, dan Nilai Kebangsaan

Jayapura – Persipura Jayapura kembali menegaskan perannya bukan sekadar sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nilai kebangsaan, persatuan, dan karakter bagi generasi muda Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut tercermin dalam kemenangan Persipura atas Deltras FC dengan skor 1-0 pada lanjutan Liga 2 musim 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Minggu (4/1/2026).

Gol tunggal Jeam Kelly Sroyer memastikan tiga poin penting bagi tim berjuluk Mutiara Hitam setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama. Kemenangan ini memperkuat posisi Persipura di peringkat ketiga klasemen sementara Grup Timur (Grup 2) dengan 29 poin dari 14 pertandingan, menjaga asa promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Di tengah ketatnya persaingan, Persipura tetap mengedepankan filosofi sepak bola yang menjunjung kebersamaan, disiplin, dan kecintaan terhadap Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Nilai-nilai tersebut terus ditanamkan tidak hanya kepada pemain lokal, tetapi juga kepada setiap pemain yang bergabung dengan tim Mutiara Hitam.

Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, menegaskan bahwa aspek teknis dan finansial dalam perekrutan pemain harus berjalan seimbang dengan nilai dan identitas klub. Ia menyebutkan bahwa seluruh pemain baru yang direkrut wajib memiliki rasa cinta terhadap Persipura dan Papua sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan semangat persatuan nasional.

“Semua keputusan ada di pelatih Rahmad Darmawan untuk pemilihan pemain. Saya hanya mendukung dan menyeimbangkan antara pengalaman di sepak bola Indonesia serta keuangan klub,” ujar Owen.

Memasuki bursa transfer Januari 2026, manajemen Persipura melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad. Saat ini, Persipura telah memiliki tiga pemain asing, yakni Matheus Silva, Artur Viera, dan Takuya Matsunaga. Sebelumnya, manajemen juga telah melepas enam pemain, masing-masing Marinus Wanewar, Fridolin Yoku, Joshua Isir, John Pigai, Elfis Harewan, dan Adriano Malibela, sebagai bagian dari penataan komposisi tim.

Sementara itu, Pelatih Persipura Jayapura Rahmad Darmawan memilih merespons santai berbagai rumor transfer yang beredar. Ia menilai spekulasi yang berkembang justru berpotensi mengganggu konsentrasi tim di tengah perjuangan penting menuju target promosi.

“Saya nggak mau nanggepin rumor itu,” kata Coach RD saat konferensi pers usai laga kontra Deltras FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Minggu (4/1/2026) sore.

Dengan nada jenaka dan satire, Coach RD mengibaratkan isu ‘tukar guling’ pemain layaknya urusan tidur. Ia menegaskan bahwa dalam sepak bola profesional, kepastian hanya dapat diukur melalui kontrak resmi di atas kertas, bukan komunikasi informal atau rumor yang beredar.

Bagi Persipura, sepak bola bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga sarana membangun karakter, menanamkan disiplin, serta memperkuat rasa cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut menjadi pesan penting bagi generasi muda Papua bahwa melalui olahraga, mereka dapat berprestasi sekaligus berkontribusi positif bagi persatuan dan kemajuan bangsa.

Dengan terus mengedepankan profesionalisme, kearifan lokal, dan semangat kebangsaan, Persipura Jayapura meneguhkan posisinya sebagai simbol kebanggaan Papua yang tumbuh, berjuang, dan berprestasi untuk Indonesia.

Related posts

“Pasukan Gabungan TNI Polri Berhasil Tembak KKB Jelek Waker Di Gome Pucak”

Jubir News

Senator Sopater Sam Kecam Pembunuhan Guru Melanie Wamea di Yahukimo

Jubir News

2 Jenazah Tukang Ojek Korban Penembakan Kekejaman KKB Diterbangkan ke Kampung Halamannya

Jubir News