Jayapura – Tokoh masyarakat adat Papua, Nelvis K. Manobi, mengimbau seluruh aktivis dan kaum intelektual di tanah Papua untuk menjaga kondusivitas wilayah serta tidak mudah terprovokasi melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerugian. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (20/5/2025) dan ditujukan kepada para aktivis yang menjunjung nilai kedamaian.
Dalam pesannya, Manobi mengingatkan kembali perjalanan panjang reformasi Indonesia. Sebagai bagian dari aktivis angkatan 1998, ia mengaku merasakan langsung getirnya perjuangan melawan rezim Orde Baru hingga lahirnya era reformasi. Menurutnya, pengalaman itu harus menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan menuntut pengorbanan, namun tetap harus ditempuh dengan cara bermartabat dan bebas dari kekerasan.
“Sebagai aktivis angkatan 98, kita pernah merasakan getirnya perjuangan meruntuhkan kekuatan Orde Baru dan menghadirkan reformasi sebagai cahaya baru dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada seluruh aktivis dan rekan-rekan kaum intelektual untuk bersama-sama menjaga situasi di tanah Papua tetap kondusif, dengan cara tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegas Manobi.
Ia juga menyoroti cara penyampaian aspirasi yang kerap menjadi pemicu gesekan. Manobi menekankan pentingnya memilih jalur yang damai dan konstruktif ketimbang menggunakan mimbar terbuka yang rawan menimbulkan konflik.
“Kami juga menghimbau agar penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan cara yang lebih bermartabat dan tidak harus melalui mimbar terbuka, karena bisa memicu konflik dan atau kekerasan,” ujarnya.
Lebih jauh, Manobi menyampaikan ajakan moral kepada generasi muda Papua agar lebih bijak dalam menyuarakan pendapat. Ia berharap perjuangan yang dilakukan tidak hanya sekadar menjadi simbol perlawanan, melainkan membawa dampak nyata bagi kedamaian dan pembangunan Papua.
“Mari kita menjadi bijaksana sebagai insan ciptaan Tuhan Sang Khalik,” pungkasnya.
Imbauan tersebut mencerminkan sikap reflektif sekaligus panggilan hati untuk menjaga tanah Papua tetap damai di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang.