Jayapura- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan menghormati proses demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur Papua. Masyarakat diminta tidak terprovokasi oleh isu yang berpotensi memicu perpecahan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Papua, H. Sugiyono, SE., M.Si menegaskan bahwa semua pihak harus tunduk dan menghormati keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu.
“Jangan ada yang bermain api dengan menyebarkan provokasi, ujaran kebencian, maupun narasi intoleran. Semua itu hanya akan memecah belah persatuan dan membahayakan Papua,” tegas Sugiyono.
Ia mengingatkan bahwa tahapan sengketa hasil PSU yang saat ini berlangsung di Mahkamah Konstitusi harus disikapi dengan kepala dingin. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing dan diminta bijak menggunakan media sosial.
“Stop menyebar konten saling serang antarpendukung. Media sosial harus digunakan untuk membangun, bukan memecah. Ini adalah proses demokrasi yang sah dan harus kita hormati,” ujarnya.
Sugiyono menegaskan, situasi aman dan damai adalah syarat mutlak agar masyarakat bisa beraktivitas secara normal. Menurutnya, keamanan adalah pondasi untuk menjaga keberlangsungan hidup sosial dan ekonomi.
“Kalau Papua aman, kita bisa bekerja dengan baik, anak-anak bisa sekolah, roda ekonomi berputar. Tapi kalau situasi tidak kondusif, semuanya akan terganggu,” katanya dengan nada serius.
Ia juga menutup pernyataan dengan mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersabar mengikuti dinamika proses hukum PSU, sembari terus menjunjung tinggi semangat hidup rukun dan saling menghargai.
“Apapun hasilnya nanti, mari kita terima dengan lapang dada. Jangan korbankan kedamaian Papua hanya karena perbedaan pilihan,” tutupnya.