MIMIKA, Papua Tengah – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi empat konsensus kebangsaan bagi pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Mimika. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kamis (28/8/2025).
Sosialisasi ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental tahun anggaran 2025 dengan fokus pada ideologi kebangsaan, bela negara, pembaruan kebangsaan, penguatan Bhinneka Tunggal Ika, serta pembentukan karakter bangsa.
Acara dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Mimika, Frans Kambu, Kepala Kesbangpol Yan Slamet Purba, unsur Forkopimda, guru, dan ratusan pelajar.
Mewakili Bupati Mimika, Frans Kambu menegaskan pentingnya menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme sejak dini. “Saya harap para pelajar tidak hanya menyerap materi, tetapi mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Ia menambahkan, Mimika dengan 18 distrik, 152 kampung/kelurahan, dan jumlah penduduk 313.016 jiwa merupakan miniatur Indonesia. Keragaman suku, agama, budaya, dan tingkat ekonomi di daerah ini, menurutnya, berpotensi memicu gesekan sosial di kalangan pelajar.
Selain faktor perbedaan, tantangan lain yang dihadapi adalah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi informasi. Frans mengingatkan bahaya penyalahgunaan media sosial yang dapat memicu penyebaran hoaks dan merusak nilai-nilai Pancasila.
“Melalui sosialisasi ini, kita tingkatkan pemahaman dan kecintaan pelajar terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Nilai-nilai kebangsaan ini harus menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif zaman,” tandasnya.
Kesbangpol Mimika menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan ideologi kebangsaan di kalangan generasi muda, guna memperkuat persatuan, menciptakan kedamaian, dan mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat Mimika.