Jayapura, 17 Juni 2025 — Mantan Penjabat (Pj.) Bupati Nduga, Dr. Anderson Gwijangge, menyatakan sikap tegas menolak berbagai tuduhan, hasutan, dan ancaman yang ditujukan kepada dirinya dan keluarganya. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Jayapura, Selasa (17/6), lalu.
Dalam keterangannya, Gwijangge menanggapi sejumlah pernyataan yang sebelumnya dilontarkan oleh Influencer KKB, Sebby Sambom serta edaran yang beredar di kalangan masyarakat. Ia secara khusus menyoroti tiga pernyataan yang dikeluarkan pada 6 Juni 2025 oleh Sebby Sambom.
Pertama, perintah kepada Panglima Kodap III, Egianus Kogoya, untuk melakukan pembunuhan terhadap dirinya, keluarga, serta tim kerjanya. Kedua, tuduhan bahwa dirinya pernah berjanji memberikan dana Rp25 miliar untuk pembebasan pilot Kapten Philip Marthen. Ketiga, penetapan dirinya dan keluarga sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Yang berhak menetapkan status DPO adalah pihak berwenang, bukan saudara. Justru dengan ancaman, hasutan, dan fitnah itu, saudara sendiri yang bisa dikategorikan sebagai DPO,” tegas Gwijangge.
Ia menegaskan bahwa sebagai pribadi, dirinya tidak mempermasalahkan serangan yang dialamatkan kepadanya. Namun, ia menolak keras ancaman yang menyasar keluarga dan tim kerja.
“Saya tolak demi Tuhan, saya tolak. Saudara harus cabut ancaman itu. Demi alam semesta Papua, saudara cabut. Kalau tidak, saudara akan terkutuk,” ujarnya dengan nada keras.
Gwijangge menambahkan, kesabaran dirinya selama sembilan bulan telah mencapai batas. Karena itu, ia meminta agar semua bentuk hasutan dan ancaman segera dihentikan.