31/08/2025
Berita Utama

“Papua Bukan Lagi 01 atau 02, Tapi Kita Semua”

Pesan Damai

Puji Tuhan, Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur Papua akhirnya selesai sudah. Hati ini lega, sebab proses demokrasi bisa berjalan sampai akhir dengan segala dinamika yang menyertainya. Sekarang, torang semua perlu duduk tenang dan sadar bahwa pesta demokrasi bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan baru untuk menata Papua yang lebih baik.

Papua adalah rumah besar kita bersama. Dari pesisir sampai dataran hingga Lembah-lembah Papua (Tabi-Saireri), dari kota sampai kampung-kampung, semua anak Papua punya hak dan tanggung jawab untuk menjaga tanah ini. Setelah PSU, tidak ada lagi 01 atau 02, yang ada hanyalah “kitorang samua orang Papua” yang harus bergandengan tangan, membangun Papua dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih.

Dua figur calon gubernur yang maju kemarin—paslon 01 BTM-CK dan paslon 02 MARI-YO, adalah anak asli Papua. Dong punya hati, dong punya tekad, dan dong punya kerinduan untuk tanah ini. Itu artinya, siapa pun yang dipercaya rakyat lewat suara, tidak boleh dipandang sebagai lawan, tapi sebagai saudara yang dipanggil untuk melayani.

Namun, ada hal penting yang torang musti jaga bersama. Kepada kedua tim sukses dan simpatisan, tolong jangan lagi bikin narasi yang saling menjatuhkan. Jangan ada kata-kata yang memecah belah kerukunan masyarakat. Politik itu sementara, tapi persaudaraan orang Papua itu selama-lamanya. Kalau torang ribut terus karena perbedaan pilihan, siapa yang rugi? Torang sendiri juga.

Torang harus belajar dari sejarah. Banyak kali Papua jadi rusak bukan karena alam yang marah, tapi karena torang sendiri tidak mampu jaga hati. Padahal, Tuhan kasih tanah ini indah luar biasa: gunung hijau, laut biru, dan orang-orang dengan hati yang penuh kasih. Sayang sekali kalau semua itu ternoda hanya karena ambisi politik sesaat.

Maka dari itu, mari torang buka hati. Mari torang tatap masa depan Papua dengan jiwa besar. Mari torang bersatu untuk wujudkan Papua yang mandiri, maju, dan sejahtera. Karena anak-anak kita di kampung, generasi yang akan datang, tidak butuh cerita tentang perpecahan. Mereka butuh cerita tentang persaudaraan, tentang semangat kerja sama, dan tentang bagaimana orang Papua bisa bangkit dengan cara-cara yang damai.

Torang yakin, dengan semangat kebhinekaan yang benar-benar dihidupi, Papua akan jadi cahaya. Cahaya yang bukan hanya menerangi tanah ini, tapi juga Indonesia secara keseluruhan.

Sekarang saatnya, mari torang jalan sama-sama, torang kerja sama-sama, demi Papua tanah damai.

Related posts

Silaturahmi Jadi Kunci Harmoni Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 bersama Awak Media di Jayapura

Jubir News

Chairman of Lapago Traditional Council of Papua Calls on KKB to Stop Violence

Jubir News

Yapen Islands Police Investigate Treason Scene

Jubir News