Papua, Senin (25/8/2025) – Tokoh agama Papua, Ustaz Ismail Asso, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan penyebaran provokasi dan berita menyesatkan di media sosial yang berpotensi menimbulkan perpecahan di Tanah Papua.
Dalam keterangannya, Ustaz Ismail menegaskan bahwa segala persoalan, termasuk dinamika politik seperti Pilkada, sebaiknya diselesaikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia. “Keputusan KPU kalau kita tidak puas, bukti-bukti silakan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Jangan dulu disebarkan di media sosial karena bisa menimbulkan gesekan di bawah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Tanah Papua sudah terlalu banyak menanggung korban akibat konflik dan disharmoni. Menurutnya, menjaga perdamaian dan keharmonisan antarsesama jauh lebih penting daripada mempertajam perbedaan. “Satu nyawa manusia itu sangat berharga di mata Tuhan. Jangan sampai karena perbedaan agama atau latar belakang kita saling bermusuhan. Itu tidak wajar, karena semua manusia adalah ciptaan Tuhan yang mulia,” katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Ismail menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama di Papua. Ia menyampaikan bahwa umat Islam meyakini semua manusia berasal dari Nabi Adam dan diciptakan dalam keadaan suci. Faktor lingkungan, kata dia, yang kemudian memengaruhi seseorang dalam memeluk keyakinan tertentu. “Soal iman adalah hal yang sangat pribadi dan harus kita hormati. Jangan sampai masalah politik digeser ke ranah agama,” imbuhnya.
Dalam konteks politik lokal, Ustaz Ismail juga menyinggung soal figur aparat dan pemimpin Papua yang menurutnya adalah milik seluruh masyarakat, bukan hanya golongan tertentu. Ia meminta agar semua pihak, baik tim sukses maupun pendukung kandidat, menahan diri dari sikap yang bisa memecah belah masyarakat.
“Saya ini saudara kalian, dan kalian yang bukan Islam juga saudara saya. Kita semua satu keluarga besar di Papua. Jangan sampai perbedaan agama atau pandangan politik membuat kita tercerai-berai,” tutup Ustaz Ismail Asso.