“Sebagai anak asli Papua dan pelayan Tuhan di Tanah Injil ini, saya mengingatkan semua saudara-saudari saya: Pilkada bukanlah alasan untuk kita saling bermusuhan, apalagi terpecah. Damai yang diajarkan Kristus harus kita wujudkan, bukan hanya di gereja, tapi juga di jalanan, di media sosial, dan dalam sikap kita sehari-hari.
Tuhan Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Kalau kita terprovokasi hoaks, ikut-ikutan amarah, atau turun ke jalan untuk membuat kerusuhan, kita sedang menjauh dari panggilan itu.
Pilkada hanya sementara, tapi hubungan keluarga dan persaudaraan kita di Papua itu selamanya. Jangan biarkan politik menghapus rasa hormat kita pada tetangga, sahabat, bahkan keluarga sendiri yang mungkin punya pilihan berbeda.
Mari kita kawal suara rakyat dengan cara yang benar—lewat jalur hukum, lewat doa, dan lewat sikap saling menghargai. Kekerasan dan kebencian bukan jalan Tuhan. Pilkada damai adalah bentuk ibadah kita yang nyata kepada Allah dan kasih kita kepada sesama.”