Jayapura – Sekretaris Sinode Gereja Kemah Injil Masehi Indonesia (Kingmi) di Tanah Papua, Pdt. DR. Yones Wenda, mengimbau masyarakat Papua untuk menjaga keamanan dan ketertiban jelang pengumuman hasil pemilihan gubernur. Ia meminta warga tidak terprovokasi oleh isu kemenangan salah satu pasangan calon sebelum penghitungan suara resmi selesai.
Imbauan tersebut disampaikan Pdt. Wenda di Jayapura, Minggu (10/8/2025). Ia menegaskan, kabar yang menyebut pasangan calon nomor urut 01 atau 02 telah menjadi gubernur belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Mari kita jaga bersama kamtibmas di Tanah Papua supaya jangan terjadi konflik,” ujarnya.
Pdt. Wenda juga meminta para pemuka agama, pendeta, gembala jemaat, dan tokoh masyarakat untuk tidak mengarahkan jemaat atau warga melakukan aksi demonstrasi pada 11 Agustus 2025 di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kota Jayapura. Menurutnya, siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan Tuhan untuk memimpin Papua lima tahun ke depan.
Secara khusus, ia mengingatkan masyarakat di wilayah La Pago dan Me Pago agar tidak ikut serta dalam aksi yang berpotensi memicu ketegangan.
“Kami sudah memberikan suara kepada kedua calon, urusan selanjutnya kita percayakan kepada proses yang berlaku,” kata Pdt. Wenda.