20.9 C
Jayapura
30/08/2025
Berita Utama Kesejahteraan pariwisata pembangunan Pemerintahan

Sriwijaya Air Mendarat Perdana di Wamena, Awali Era Baru Konektivitas Papua Pegunungan

Wamena, Papua Pegunungan — Isolasi panjang yang selama ini membayangi wilayah pegunungan tengah Papua resmi berakhir. Tanggal 29 Juli 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Jayawijaya, saat maskapai Sriwijaya Air berhasil melakukan penerbangan komersial perdana ke Bandar Udara Wamena dengan menggunakan pesawat jenis Boeing.

Momentum bersejarah ini disambut hangat oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, yang terlihat menahan haru saat menyaksikan pesawat Sriwijaya Air mendarat mulus di landasan bandara pada pukul 10.50 WIT.

“Ini bukan hanya momen penerbangan. Ini adalah awal dari perubahan besar bagi masyarakat Papua Pegunungan. Kami tidak lagi terisolasi. Kami kini terhubung,” ucap Gubernur John Tabo dengan mata berkaca-kaca.

Penerbangan tersebut tidak hanya membawa angin segar pembangunan, tetapi juga sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, yang ikut dalam rombongan sebagai tamu kehormatan.

Setibanya di Wamena, pesawat disambut dengan water salute semprotan air dari dua unit mobil pemadam kebakaran yang menjadi tradisi kehormatan dalam dunia aviasi, menandai penerbangan bersejarah tersebut.

Di pintu kedatangan, ratusan warga lokal dan penari adat Lembah Baliem menyambut kedatangan para tamu dengan tarian dan nyanyian khas, membawa semangat dan kebanggaan masyarakat atas terbukanya akses udara yang lebih luas.

Kehadiran maskapai nasional di Wamena membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya dalam sektor ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan mobilitas barang serta orang.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah pusat terus berkomitmen dalam membuka keterisolasian wilayah pegunungan Papua dan memastikan bahwa setiap warga negara mendapat akses yang adil terhadap pembangunan nasional.

“Hari ini kita menyaksikan bahwa Papua tidak sendiri. Negara hadir, dan konektivitas ini adalah bentuk nyata bahwa pembangunan tidak boleh tertinggal di daerah mana pun,” ujar Ribka Haluk.

Kehadiran Sriwijaya Air dengan rute penerbangan langsung ke Wamena menjadi bukti nyata bahwa Papua Pegunungan kini semakin terbuka terhadap dunia luar. Konektivitas udara ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi, distribusi logistik yang lebih cepat dan murah, serta peningkatan sektor pariwisata, khususnya potensi Festival Budaya Lembah Baliem yang telah mendunia.

Langkah ini sekaligus mempertegas semangat pemerataan pembangunan dan integrasi nasional. Masyarakat Wamena, yang selama ini hanya mengandalkan pesawat kecil dan rute terbatas, kini bisa bermimpi lebih besar dari Wamena, menuju masa depan yang lebih terhubung.

Related posts

Sentuhan Kasih di Pegunungan Bintang: Mama Papua Berbagi Hasil Panen untuk Satgas Damai Cartenz 2025

Jubir News

Polri Tunjukkan Kepedulian, Satgas Damai Cartenz 2025 Gelar Cukur Gratis untuk Anak-anak Papua

Jubir News

Patroli Humanis dan Layanan Kesehatan Satgas Ops Damai Cartenz Warnai Kondusivitas di Wamena, Jayawijaya

Jubir News