30/08/2025
Berita Utama Momen

Merajut Kedekatan Lewat Sepak Bola, Satgas Damai Cartenz Hadirkan Rasa Damai

Mimika, Papua — Keceriaan anak-anak di Jl. Pemuda, Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru, menjadi bukti bahwa rasa aman bisa ditanamkan sejak usia dini. Rabu (30/7/2025) sore, suasana berbeda terlihat di lapangan terbuka saat sekelompok anak-anak setempat bermain sepak bola bersama personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz.

Di balik gelak tawa dan canda, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Interaksi yang hangat dan spontan antara aparat keamanan dan generasi muda Papua menjadi refleksi dari hadirnya rasa percaya yang sedang tumbuh di tengah masyarakat, terutama pascakejadian konflik sosial yang kerap melanda wilayah tersebut.

Menurut pengamat sosial lokal, kegiatan seperti ini membawa dampak psikologis positif bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendapatkan ruang bermain yang sehat, tetapi juga mulai memahami bahwa aparat keamanan bukan sosok yang menakutkan, melainkan bisa menjadi teman, pelindung, bahkan inspirasi.

Setelah permainan selesai, anak-anak diberikan jus buah sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Momen tersebut ditutup dengan pengibaran bendera merah putih kecil oleh anak-anak, menyimbolkan semangat nasionalisme yang tumbuh secara alami dan inklusif.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes. Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari strategi membangun ketahanan sosial masyarakat Papua melalui pendekatan yang penuh empati.

“Kami tidak hanya hadir untuk menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, terutama anak-anak. Dalam situasi seperti Papua, pendekatan seperti ini menjadi fondasi penting bagi masa depan yang damai dan bersatu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan humanis semacam ini juga menjadi jembatan awal membentuk rasa percaya masyarakat terhadap aparat, yang selama ini sering terdistorsi oleh narasi konflik.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak harus selalu dalam bentuk formalitas, melainkan bisa diwujudkan lewat interaksi sederhana namun bermakna.

“Kami ingin anak-anak melihat aparat sebagai bagian dari kehidupan mereka, bukan sesuatu yang jauh dan kaku. Dari interaksi yang natural seperti inilah tumbuh empati, rasa aman, dan harapan bersama,” tutur Kombes Yusuf.

Masyarakat lokal pun menyambut baik kegiatan tersebut. Beberapa orang tua yang hadir mengungkapkan rasa senangnya melihat anak-anak mereka bisa bermain dengan aman dan bahagia.

Melalui kegiatan semacam ini, Satgas Ops Damai Cartenz menunjukkan bahwa membangun perdamaian tidak hanya melalui tindakan represif, tetapi juga lewat sentuhan kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat, khususnya generasi penerus Papua.

Related posts

Public Urged to Exercise Restraint, Human Rights Defender Calls for Dialogue to Maintain Public Order

Jubir News

Komnas HAM: Papua Tengah Jadi Wilayah dengan Konflik Tertinggi

Jubir News

Church Figures Hope New Government Continues to Pay Attention to Papua

Jubir News