TOLIKARA — Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, resmi mengangkat Susanty Merywati Ano, S.Pd.Gr sebagai Kepala SMP Negeri Wondame. Pengangkatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi panjang Susanty dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah pedalaman.
Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Tolikara, Remain Gurik, keputusan ini diambil berdasarkan rekam jejak Susanty yang telah mengabdi sejak tahun 2014 sebagai guru kontrak dalam Program Indonesia Cerdas. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tertinggal, termasuk Tolikara.
“Sejak tahun 2014, Ibu Susanty Merywati telah mengabdi selama setahun di pedalaman Tolikara sebagai guru kontrak Program Indonesia Cerdas. Setelahnya, beliau melanjutkan sebagai tenaga honorer daerah dan menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujar Remain dari Karubaga, Sabtu (19/7/2025).
Usai masa tugas di Program Indonesia Cerdas, Susanty melanjutkan pengabdiannya sebagai guru honorer kabupaten dari tahun 2015 hingga 2017, dengan penempatan di SMP Negeri Kembu dan kemudian dipindahkan ke SMA Negeri Kanggime. Pada tahun 2018, ia lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan ditugaskan kembali di SMP Negeri Kanggime serta SMP Negeri Wondame.
Remain menyebut, Susanty dikenal sebagai sosok guru yang bertanggung jawab, penuh semangat, dan menjadi inspirasi baik bagi siswa maupun sesama rekan guru. Hal itu yang menjadi pertimbangan utama Dinas Pendidikan Tolikara dalam menunjuknya sebagai kepala sekolah.
“Kami percaya penunjukan ini tepat, karena beliau memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap kemajuan pendidikan di daerah,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Tolikara juga berharap para guru lain dapat meneladani semangat Susanty dalam mengabdi sepenuh hati, terlebih di wilayah pedalaman yang masih membutuhkan banyak tenaga pendidik yang berdedikasi.
Remain menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak mulai dari guru, orang tua, hingga pemerintah dan masyarakat. Komitmen bersama menjadi kunci untuk menciptakan generasi Papua yang berilmu, tekun, dan siap membangun daerahnya.
“Pemerintah daerah juga terus memperhatikan kesejahteraan guru agar mereka betah di tempat tugas. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pendidikan di Tolikara terus meningkat,” tutup Remain.