Jayapura, 4 Juli 2025 – Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Menristekdikti) Brian Yuliarto menegaskan keyakinannya bahwa Papua memiliki potensi menjadi lokomotif kemajuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Universitas Cenderawasih, Jayapura, Kamis (3/7).
“Kunjungan ini bukan sekadar tugas formal, melainkan bentuk komitmen terdalam saya. Saya yakin semangat masyarakat Papua yang tak kenal lelah akan menjadi penggerak transformasi di wilayah ini,” ujar Menteri Brian dalam konferensi pers virtual dari Jakarta, Jumat (4/7).
Transformasi Pendidikan di Ujung Timur Indonesia
Menristekdikti menekankan tiga pilar utama:
Revolusi Pendidikan Tinggi – Perguruan tinggi di Papua didorong menjadi pusat inovasi yang menjawab tantangan lokal.
Keadilan Akses – Melalui program KIP Kuliah dan Beasiswa ADIK, mahasiswa Papua dan penyandang disabilitas mendapat kesempatan setara.
Konektivitas Nasional – Program Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Surabaya dan Manado dengan kuota 40% untuk mahasiswa Papua memperkuat integrasi pendidikan.
Kebijakan Strategis untuk Papua
Kementerian sedang menyusun panduan pembentukan Disability Service Unit di kampus-kampus, sekaligus memperluas program beasiswa afirmatif. “Tantangan geografis dan infrastruktur bukan penghalang. Kami akan pastikan setiap anak Papua bisa mengenyam pendidikan terbaik,” tegas Brian.
Respons Akademik
Rektor Universitas Cenderawasih menyambut baik komitmen ini: “Dukungan nyata seperti AMN dan KIP Kuliah telah meningkatkan partisipasi pendidikan di Papua sebesar 25% dalam dua tahun terakhir.”
Fakta Cepat:
1.200+ mahasiswa Papua menerima KIP Kuliah 2025
AMN akan dibangun di 5 kota baru tahun depan
Beasiswa ADIK mencakup tunjangan hidup bagi disabilitas Dengan kebijakan afirmatif ini, Papua tidak lagi dipandang sebagai wilayah tertinggal, melainkan laboratorium hidup untuk pembangunan pendidikan inklusif di Indonesia.