22.5 C
Jayapura
30/08/2025
pembangunan

Mahasiswa Papua Diajak Manfaatkan Kemajuan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan 

Jayapura, 5 Juli 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Cenderawasih (Uncen) sukses menyelenggarakan kegiatan Doa Oikumene dan Seminar Nasional bertajuk “Iman dan IPTEKS: Pemuda Papua Berakar dan Berbuah di Era Digital” pada Jumat (4/7/2025). Acara yang digelar di halaman kampus FIK Uncen, Waena, Jayapura, ini bertujuan membangun kesadaran kolektif mahasiswa Papua tentang pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi global untuk memajukan Papua dan Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan pemuda yang berakar kuat dalam pendidikan dan nilai-nilai moral. 

Teknologi dan Iman: Dua Pilar Pembangunan Papua

Ketua Panitia, Yubelina Womsiwor, menegaskan bahwa mahasiswa Papua harus menjadi garda terdepan dalam menguasai teknologi tanpa kehilangan identitas budaya dan spiritual. “Kita hidup di era digital, tetapi kita tak bisa hidup tanpa akar. Pendidikan dan iman harus menjadi fondasi agar teknologi tidak justru merusak nilai-nilai luhur kita,” ujarnya. 

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, Ketua Senat Uncen, dalam sambutannya menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan karakter. “Papua butuh pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas. Teknologi tanpa moral hanya akan menjadi alat penghancur,” tegasnya. 

Papua Butuh Pemuda yang Berakar dan Berbuah

Tiga narasumber nasional hadir memberikan perspektif holistik: 

1.⁠ ⁠Pendeta Sonny Arwam, S.Th., M.Th. – Menekankan bahwa pembangunan Papua harus dimulai dari pemulihan moral generasi muda. “Kemajuan infrastruktur tidak berarti apa-apa jika manusianya tidak dipulihkan.” 

2.⁠ ⁠Dennis Firmansjah, SE., MM. – Membahas tantangan era digital dan pentingnya etika teknologi. “Mahasiswa Papua harus jadi produsen pengetahuan, bukan hanya konsumen pasif.” 

3.⁠ ⁠Evangelis Zandy Y.W. Keliduan, SE., MABS – Menyerukan perlunya filter iman dalam menghadapi derasnya informasi. “Jadilah pemuda yang berbuah, memberi dampak nyata bagi tanah Papua.” 

Gerakan Kolektif untuk Masa Depan Papua

Kegiatan ini tidak hanya berhenti di seminar, tetapi juga menjadi gerakan pemulihan karakter mahasiswa Papua. Pembagian Alkitab gratis oleh Yayasan Gideon International Papua menjadi simbol komitmen untuk membangun generasi yang berlandaskan kebenaran dan integritas. 

Fransiska, salah satu peserta, mengungkapkan, “Kami sadar bahwa sebagai pemuda Papua, kami punya tanggung jawab besar. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membawa perubahan positif bagi tanah ini.” 

Seruan untuk Pemuda Papua: Kuasai Teknologi, Jaga Identitas

BEM FIK Uncen melalui kegiatan ini menyampaikan pesan kuat: Papua membutuhkan pemuda yang berakar dalam pendidikan dan berbuah dalam karya nyata. Di tengah arus globalisasi, mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif yang memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat. 

“Kami percaya, pemuda Papua yang berpendidikan, berkarakter, dan beriman adalah kunci kemajuan tanah ini,” tutup Dr. Daniel Womsiwor, S.Pd., M.Fis., Wakil Dekan III FIK Uncen.

Related posts

Pemkab Yahukimo Bantu Warga Terdampak Banjir Di DEKAI,

Jubir News

Moeldoko: PON Papua Bukti Pembangunan Indonesia-Sentris

Jubir News

Mamberamo National Park: The Last Stronghold of Biodiversity in Papua

Jubir News