30/08/2025
Berita Utama

Dukung Israel, Miss Papua Pegunungan Dikeluarkan dari Ajang Miss Indonesia 2025

Jakarta — Perwakilan dari Papua Pegunungan, Merince Kogoya, harus menerima kenyataan pahit setelah dikeluarkan dari ajang Miss Indonesia 2025. Keputusan tersebut diambil setelah beredarnya video lamanya yang menunjukkan dirinya mengibarkan bendera Israel di media sosial menjadi perhatian publik.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Merince menyampaikan rasa kecewanya karena harus tersingkir dari kompetisi tersebut. Ia mengaku perjuangannya selama empat bulan terakhir sia-sia dan merasa usaha serta pengorbanannya selama ini tidak dihargai.

“Berjuang dengan penuh semangat, namun orang lain yang menikmati hasilnya,” tulis Merince di akun @kogoya_merry.

Perempuan berusia 20 tahun ini menuturkan bahwa perjalanan menuju panggung Miss Indonesia 2025 tidaklah mudah. Ia bersama timnya harus menghadapi berbagai hambatan, termasuk situasi di daerah asalnya saat proses pembuatan video profil berlangsung yang sempat berada dalam kondisi genting.

“Tuhan tidak pernah mengabaikan perjuangan anak-Nya. Perjuangan saya selama empat bulan, dari mendapatkan sash finalis Papua Pegunungan hingga melewati berbagai tantangan, termasuk bantuan dana sebesar lebih dari 65 juta rupiah dan lelahnya tim saya, semua penuh pengorbanan. Bahkan, dalam proses pembuatan video profil, kami harus menghadapi risiko nyawa, di saat situasi penembakan sedang berlangsung. Sakit, jatuh bangun, dan tangisan menjadi bagian dari perjalanan ini,” ungkap Merince.

Selain itu, Merince juga menyayangkan keputusan penyelenggara yang dianggapnya mendadak dan dipicu oleh tekanan dari publik. Ia merasa bahwa dirinya dicap sebagai pro-Israel semata-mata karena keyakinan agamanya yang dijalankan secara pribadi.

“Saya hanya menjalankan kepercayaan saya sebagai pengikut Kristus, berdoa agar Israel diberkati, serta mendoakan perdamaian dan pertobatan. Namun, video reels saya dari dua tahun lalu disebarluaskan dan disalahartikan, menimbulkan berbagai pendapat yang tidak benar tentang keyakinan saya,” ujarnya.

Merince juga mengungkapkan kecewanya terhadap pihak penyelenggara yang menurutnya mengambil keputusan berdasarkan tekanan komentar netizen yang mendukung Palestina. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf kepada keluarga besar Papua Pegunungan yang telah memberikan dukungan selama ini.

“Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik, namun kenyataannya, keputusan dari @missindonesia diambil berdasarkan komentar-komentar pro-Palestina yang berbeda pendapat dengan keyakinan saya,” tutup Merince.

Related posts

In Celebration of the 79th Anniversary of the Indonesian Mobile Brigade Corps, ODC 2024 Task Force Provides Food Assistance at Alemsom Dormitory

Jubir News

Pasca PSU Gubernur Papua, Tokoh Keerom Damai Serukan Persaudaraan dan Keamanan

Jubir News

Papua Berterima Kasih kepada Pemerintahan Jokowi

Jubir News