Wamena, Papua Pegunungan — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025. Sekitar Rp 9,1 miliar telah dialokasikan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan petani dan peternak di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, J. Hendri Tetelepta, menjelaskan bahwa dana tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani di 40 distrik, mencakup dua jenis usaha utama: budidaya tanaman pangan dan pengembangan peternakan.
“Dana Otsus ini menyasar dua bidang strategis: pangan lokal seperti ubi jalar, keladi, dan sayuran, serta pangan nasional seperti padi, jagung, dan kedelai. Selain itu, kami juga mendorong sektor peternakan, terutama babi, ayam potong, dan ayam petelur,” ujar Tetelepta, Senin (23/6).
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan produktivitas di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat Jayawijaya, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Pemerintah daerah menargetkan peningkatan hasil panen, ketersediaan pangan lokal, dan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Menurut Tetelepta, sektor ini memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja.
Selain itu, dukungan modal seperti penyediaan pupuk, bibit, hingga infrastruktur penunjang akan diberikan secara bertahap kepada kelompok tani yang aktif dan memenuhi kriteria administratif.
“Kami ingin mendorong masyarakat agar menjadi pelaku ekonomi produktif, bukan hanya penerima bantuan,” tambahnya.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Jayawijaya dalam mengelola dana Otsus secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat dalam pelaksanaan Otsus Papua tahap kedua.