Jayapura – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi Papua memastikan ribuan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua mencatat total 2.172 ekor hewan kurban telah lolos pemeriksaan kesehatan, baik sebelum maupun sesudah disembelih.
Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua, M. Koibur, menyampaikan bahwa jumlah tersebut terdiri atas 1.749 ekor sapi dan 423 ekor kambing yang tersebar di 288 titik pemotongan di seluruh wilayah Papua.
“Kami melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk memastikan hewan-hewan ini layak dan bebas dari penyakit,” ujar Koibur di Jayapura, Minggu (8/6).
Koibur menambahkan, proses pemeriksaan dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai instansi, termasuk Karantina Hewan, Loka Veteriner Jayapura, serta dinas kesehatan dari masing-masing kabupaten dan kota.
Sinergi antarinstansi ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit hewan, terlebih menjelang momen kurban yang identik dengan tingginya mobilitas dan pemotongan hewan.
“Kami tetap waspada dan meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan, baik melalui jalur laut, darat, maupun udara. Pemeriksaan dokumen dilakukan secara ketat,” tegasnya.
Menariknya, tahun ini seluruh kebutuhan hewan kurban di Papua dapat dipenuhi dari peternakan lokal. “Tidak ada pasokan hewan dari luar daerah. Artinya, stok kita cukup dan secara kualitas juga terjamin,” kata Koibur.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Pemprov Papua dalam menjaga ketahanan pangan hewani serta menjamin kesehatan masyarakat yang akan mengonsumsi daging kurban.