Jayapura – Kementerian Sosial (Kemensos) RI akan membangun tiga Sekolah Rakyat di Provinsi Papua sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Lokasi sekolah tersebut direncanakan berada di Kabupaten Kepulauan Yapen, Sarmi, dan Biak Numfor, dengan target operasional pada tahun ajaran 2025–2026.
Menurut Kepala Balai Besar Regional VI Kemensos RI, Jhon Mampioper, setiap sekolah akan mampu menampung hingga 300 siswa tingkat SMA. “Kami memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan, termasuk pengecekan langsung terhadap kondisi tempat tinggal, pekerjaan orang tua, dan pendidikan terakhir calon siswa,” jelas Jhon dalam keterangannya, Jumat (6/6/2025).
Untuk mendukung program ini, Pemerintah Provinsi Papua telah mengajukan lahan seluas 10 hektare di Kampung Maribu, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan sistem asrama, guna memastikan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Yohanes Walilo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, mengapresiasi inisiatif ini. “Sekolah Rakyat menjadi peluang besar untuk mencetak generasi muda Papua yang berdaya saing tinggi. Kami mendukung penuh langkah Kemensos dalam proyek ini,” ujar Yohanes.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. Langkah ini bertujuan memberikan pendidikan gratis yang berkualitas, sehingga anak-anak Papua dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan kesenjangan pendidikan di Papua dapat dikurangi, dan generasi muda yang berasal dari keluarga tidak mampu memiliki peluang yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik.