Sentani, Papua — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan terpencil. Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah pembangunan tiga unit rumah sakit tipe D yang akan melayani masyarakat di Distrik Unurumguay, Lereh, dan Airu.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, dalam keterangannya di Sentani, menegaskan bahwa pembangunan layanan kesehatan di daerah terpencil merupakan bagian dari visi besar pembangunan Kabupaten Jayapura: membangun sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
“Pembangunan di wilayah kota sudah cukup baik. Sekarang saatnya kita mulai dari kampung-kampung. Semua masyarakat, di mana pun mereka berada, harus mendapatkan pelayanan yang sama seperti yang dirasakan masyarakat di kota,” ujar Yunus Wonda.
Menurutnya, perhatian serius terhadap akses layanan dasar, terutama kesehatan, sangat penting karena realitas geografis di Kabupaten Jayapura cukup menantang. Jarak tempuh dari kampung ke pusat layanan kesehatan di kota sangat jauh, sehingga menyulitkan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera.
“Karena itu, rumah sakit tipe D ini nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau. Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” tambah Bupati.
Pembangunan rumah sakit tipe D ini dirancang untuk menyediakan layanan dasar seperti pemeriksaan umum, penanganan gawat darurat, persalinan, hingga layanan rawat inap sederhana. Selain fasilitas fisik, Pemkab Jayapura juga akan menyiapkan tenaga medis dan peralatan penunjang agar pelayanan dapat berjalan optimal.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama masyarakat kampung yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan demi mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Dengan pembangunan layanan kesehatan yang lebih merata, Pemkab Jayapura berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan sosial.
“Kesehatan adalah pondasi utama pembangunan. Jika masyarakat sehat, maka pendidikan dan ekonomi juga akan berkembang,” tutup Yunus Wonda.