Jakarta – Forum yang terdiri dari anggota DPR dan DPD dari daerah Papua di MPR RI, yang dikenal sebagai FOR Papua MPR, mengusulkan agar pemerintah menghentikan penggunaan pendekatan keamanan dengan mengerahkan aparat TNI dan Polri dalam menyikapi konflik yang berlangsung di Papua.
Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan bahwa usulan tersebut muncul sebagai tanggapan terhadap kondisi konflik bersenjata yang terjadi belakangan ini. Ia berpendapat bahwa kehadiran aparat keamanan di Papua belum mampu meredakan ketegangan dan malah menambah jumlah korban, baik dari pihak aparat maupun masyarakat sipil.
Yorrys menegaskan bahwa konflik di Papua bukanlah masalah baru, karena sudah berlangsung selama hampir tujuh dekade. Ia menekankan bahwa akar permasalahan tidak semata-mata soal pembangunan atau ekonomi, tetapi lebih kepada aspek politik yang perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun solusi guna menyelesaikan konflik di Bumi Cenderawasih. Ia juga menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto sebaiknya mengambil langkah-langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan ini, sehingga legislator dari Papua yang memiliki jaringan dengan kelompok separatis dapat turut berperan.
Selain itu, Yorrys menyoroti munculnya masalah pengungsian dan ketidakpastian warga di beberapa wilayah Papua sebagai indikator penting yang harus menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia berharap strategi yang selama ini diterapkan dapat dievaluasi secara kritis agar solusi yang diambil lebih efektif dan manusiawi.