Jayapura, 21 Mei 2025 — Upaya pemerataan akses digital di wilayah timur Indonesia kembali menunjukkan kemajuan signifikan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa saat ini sedikitnya 1.705 lokasi di Tanah Papua telah terkoneksi dengan jaringan internet. Hal ini disampaikan usai melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung akses internet gratis di Kampung Skow Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.
“Dari 1.705 lokasi tersebut, sebanyak 351 titik terhubung melalui jaringan Base Transceiver Station (BTS), sementara 1.354 titik lainnya berada pada layanan publik seperti sekolah, fasilitas kesehatan, kantor desa, rumah ibadah, pasar tradisional, hingga pos pertahanan TNI dan Polri,” jelas Nezar Patria pada Rabu (21/5/2025).
Nezar juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan konektivitas digital yang inklusif dan merata, terutama di daerah-daerah yang selama ini tergolong blank spot atau minim akses jaringan.
Sebelumnya, Wamenkomdigi mengunjungi Pos TNI Angkatan Laut di Kampung Skow Sae, yang menjadi salah satu titik penerima layanan internet gratis dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Di lokasi tersebut, ia meninjau langsung pemanfaatan fasilitas jaringan oleh personel keamanan dan masyarakat sekitar.
Menurut Nezar, keberadaan internet bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi jembatan bagi pendidikan, layanan kesehatan, kegiatan ekonomi, dan pertahanan negara.
“Papua memiliki tantangan geografis yang unik, namun itu tidak menjadi penghalang untuk terus memperluas layanan digital. Pemerintah pusat, melalui Kemenkominfo dan BAKTI, terus berupaya memperkuat infrastruktur telekomunikasi di wilayah ini,” tambahnya.
Dengan bertambahnya jumlah lokasi yang terkoneksi internet di Papua, diharapkan kualitas hidup masyarakat akan meningkat serta tercipta ruang digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan inklusif.