31/08/2025
Belasungkawa Berita Utama Keamanan

Suasana Penuh Khidmat Iringi Upacara Penghormatan Terakhir Briptu (Anm) Dedi dan Bharatu (Anm) Kain Yang Gugur Dalam Tugas

Timika, Papua Tengah — Suasana haru menyelimuti Mako Brimob Batalyon B Mimika saat jenazah dua putra terbaik bangsa, Briptu (Anumerta) Dedi Tambunan dan Bharatu (Anumerta) Kain Rerei, disemayamkan dengan penuh penghormatan, Sabtu (17/5/2025). Keduanya gugur dalam tugas saat menjalankan Operasi Damai Cartenz-2025 di Kabupaten Puncak, Papua, usai diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Kamis lalu.

Proses evakuasi dari medan yang sulit di Puncak ke Timika berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan pengawalan ketat. Sesampainya di Timika, kedua jenazah langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk proses identifikasi, disaksikan oleh keluarga, sebelum kemudian disemayamkan secara resmi oleh rekan-rekan sejawat.

Upacara militer yang digelar menjadi simbol penghormatan terakhir bagi pengabdian tanpa batas dari dua anggota kepolisian yang telah mempersembahkan hidupnya demi menjaga kedamaian di Bumi Cenderawasih. Isak tangis keluarga dan rekan kerja mengiringi prosesi penyerahan jenazah untuk diterbangkan menuju kampung halaman masing-masing di Serui.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menyatakan bahwa gugurnya Briptu Dedi dan Bharatu Kain bukan hanya kehilangan bagi institusi, tetapi juga duka mendalam bagi bangsa.

“Kita tidak hanya kehilangan anggota, tapi juga saudara, anak, dan pejuang damai. Mereka telah menunjukkan keberanian luar biasa di tengah medan yang penuh tantangan. Pengorbanan mereka tidak akan kami biarkan sia-sia,” ujar Brigjen Faizal dengan penuh haru.

Ia menegaskan, Satgas Damai Cartenz akan terus berjuang demi terwujudnya Papua yang aman dan damai. Upaya penegakan hukum terhadap pelaku penyerangan akan terus ditindaklanjuti secara profesional dan terukur.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menekankan pentingnya persatuan di tengah suasana duka.

“Kami mohon masyarakat tidak terprovokasi. Mari kita hormati pengorbanan para pahlawan ini dengan menjaga perdamaian, tidak menyebarkan hoaks, dan mempercayakan proses hukum kepada aparat. Negara hadir untuk melindungi seluruh rakyat Papua,” tegas Kombes Yusuf.

Duka ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mewujudkan kedamaian di Papua tak lepas dari darah dan air mata. Namun semangat para pahlawan yang gugur akan terus menjadi nyala api dalam langkah Operasi Damai Cartenz dan seluruh rakyat Indonesia demi masa depan Papua yang lebih baik.

Related posts

Pangdam XVII Cenderawasih: Negotiations for the release of pilot Susi Air are still ongoing

Jubir News

Penyampaian Tentang Pilkada Serentak Oleh Ketua Pemuda Katolik Provinsi Papua, Melianus Asso

Jubir News

Papua Tengah Provincial Government Prioritizes Healthcare and Legal Aid for Inmates at Timika Prison

Jubir News