Jayapura, 16 April 2025 – Penulis muda asal Papua, Steve Mara, kembali menorehkan kontribusinya di dunia literasi dengan meluncurkan buku ketiganya yang bertajuk “Catatan Anak Muda Papua Melihat Sistem Pertahanan Negara”. Buku ini mengupas tuntas tentang pentingnya peran pemuda, khususnya dari Papua, dalam menjaga kedaulatan bangsa di tengah dinamika tantangan global dan domestik yang terus berkembang.
Buku yang terdiri dari 21 bagian ini dirilis di Jayapura dan merupakan hasil pengamatan serta pemikiran kritis Steve terhadap sistem pertahanan dan keamanan nasional. Ia menyoroti pentingnya partisipasi aktif generasi muda dalam berbagai elemen pertahanan negara, baik sebagai komponen utama, cadangan, maupun pendukung.
“Peran anak muda tidak bisa diabaikan. Mereka adalah garda terdepan sekaligus benteng terakhir dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Steve dalam peluncuran bukunya.
Menurut Steve, buku ini lahir dari kegelisahannya melihat kondisi sosial-politik di Papua, khususnya maraknya penyebaran informasi palsu yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa generasi muda Papua harus diberikan pemahaman yang utuh agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda yang mengarah pada disintegrasi.
“Salah satu bagian awal dalam buku ini membahas bagaimana hoaks telah menjadi alat efektif untuk memanipulasi cara berpikir generasi muda Papua. Ini berbahaya jika tidak diantisipasi dengan pendidikan dan literasi kebangsaan yang kuat,” jelasnya.
Buku ini ditujukan tidak hanya bagi pemuda Papua, tetapi juga untuk generasi muda di seluruh Indonesia. Steve berharap buku ini dapat menjadi panduan dan bahan renungan dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan pertahanan di masa depan.
Tidak hanya sekadar analisis, Steve menyajikan gagasannya dengan pendekatan yang membumi dan kontekstual. Ia mengaitkan isu pertahanan negara dengan realitas sosial yang dihadapi pemuda Papua sehari-hari. Hal ini membuat buku tersebut relevan dan mudah dipahami oleh kalangan muda.
Melalui buku ini, Steve berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih sadar akan tanggung jawab mereka terhadap negara serta mendorong mereka untuk mulai menulis dan menyampaikan gagasan secara positif.
“Menulis adalah cara untuk membentuk cara berpikir kritis dan konstruktif. Ini adalah langkah awal agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pelaku dalam menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Steve telah menulis dua buku lainnya, yakni “Kita Semua Mau Hidup Damai” dan buku biografi Kapolda Papua, Matius Fakhiri. Dengan hadirnya buku ketiga ini, Steve semakin mempertegas komitmennya dalam membangun narasi positif dari Papua untuk Indonesia.