Yahukimo, Papua Pegunungan – Di tengah situasi yang memprihatinkan akibat pembunuhan massal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), upaya evakuasi jenazah terus berlanjut di Kabupaten Yahukimo. Dalam insiden tragis ini, hingga Sabtu (12/4/2025), aparat gabungan berhasil menemukan 11 jenazah masyarakat sipil yang terlibat dalam kegiatan penambangan emas. Dengan dua dari jumlah tersebut telah teridentifikasi, langkah-langkah pemulihan dan penanganan korban mulai menunjukkan progres positif.
Meskipun berat, proses identifikasi dan pemulangan jenazah berjalan dengan prosedur yang hati-hati. Enam titik lokasi telah diidentifikasi, di mana petugas berusaha mengevakuasi dengan cara yang aman, meskipun tantangan besar menghadang. Dari tempat-tempat penemuan jenazah, beberapa sudah dievakuasi ke rumah sakit setempat, memberikan harapan akan pemulihan yang lebih baik bagi keluarga korban.
Proses identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dari RS Bhayangkara Jayapura dan RSUD Dekai. Dua dari tiga jenazah yang diotopsi telah dikenali, memberikan sedikit kelegaan di tengah kesedihan yang mendalam. Namun, satu jenazah masih dalam proses pencocokan data, dan pemakaman dapat dilakukan di Yahukimo jika tidak ada keluarga yang mengambilnya, hal ini menyoroti perlunya penanganan cepat terhadap jenazah dalam keadaan yang semakin memburuk.
Di balik cerita duka, ada juga momen harapan. Tim gabungan berhasil menyelamatkan pasangan suami istri, Bapak Daniel Nabyal dan Ibu Makdalena Olivia Masela, yang sebelumnya disandera selama dua hari. Penyaluran bantuan medis dan pendampingan trauma healing yang diberikan oleh tim dokter dan psikolog menjadi sinyal optimisme di tengah tragedi. Hal ini menunjukkan bahwa upaya bukan hanya terfokus pada pemulangan jenazah, tetapi juga pada pemulihan komponen psikologis bagi yang selamat.
Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang memimpin Operasi Damai Cartenz 2025, menyatakan bahwa fokus utama adalah keselamatan para personel di lapangan sekaligus menyelamatkan warga sipil yang masih terancam. Upaya yang melibatkan 307 personel dari berbagai lembaga menunjukkan komitmen bersama untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini.
Dalam situasi yang sangat emosional ini, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan pentingnya menjaga ketenangan di masyarakat. Ia menghimbau untuk tidak terhasut informasi yang tidak terkonfirmasi, menekankan kebutuhan untuk memberikan ruang bagi pihak berwenang menangani masalah ini tanpa gangguan. Kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Kesimpulannya, meskipun tragedi ini memberikan pukulan berat bagi komunitas Yahukimo, upaya evakuasi yang sedang berlangsung mencerminkan dukungan kemanusiaan dan keamanan yang terintegrasi. Update resmi dan transparansi informasi diharapkan dapat memberikan rasa nyaman dan stabil bagi masyarakat yang sedang dalam masa berkabung. Operasi ini tidak hanya tentang menemukan jenazah, tetapi juga tentang mengembalikan harapan kepada mereka yang selamat.