Pemerintah Kota Jayapura resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung pemenuhan gizi siswa di Distrik Abepura. Program ini dimulai pada Selasa (18/3) dan menargetkan 1.912 siswa dari empat sekolah, yakni TK YPK Kristus Terang Kotaraja, SD Negeri Kotaraja, dan SD Vim Kotaraja. Peluncuran program ini dilakukan oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, sebagai upaya nyata mendukung tumbuh kembang anak-anak Papua melalui pemberian asupan bergizi.
Dalam keterangannya kepada media, Rabu (19/3), Abisai menjelaskan bahwa pelaksanaan tahap pertama program MBG bertepatan dengan bulan Ramadan. Oleh karena itu, menu makanan yang disediakan berupa makanan kering yang dapat dibawa pulang oleh para siswa. “Karena pelaksanaannya di bulan Ramadan, makanan yang diberikan berupa makanan kering agar bisa dibawa pulang. Setelah Lebaran nanti, makanan berkuah akan mulai diberikan kepada para siswa,” jelasnya.
Abisai memastikan bahwa meskipun makanan yang disediakan berupa makanan kering, kandungan gizi yang diberikan tetap sesuai kebutuhan anak-anak. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas gizi dalam setiap menu yang disalurkan. “Meskipun bentuknya makanan kering, kandungan gizinya tetap terjaga. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan anak-anak kita,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Abisai mengajak masyarakat, orang tua, dan pihak sekolah untuk bersama-sama mendukung kesuksesan program ini. Ia menyebutkan bahwa program MBG ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas generasi muda di Papua, khususnya di Port Numbay. “Program ini sangat penting bagi generasi muda Papua. Oleh sebab itu, saya mengimbau agar tidak ada sekolah yang menolak program ini,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti keunggulan program ini, yang menggunakan bahan makanan lokal dari Kota Jayapura. Abisai menegaskan bahwa kualitas dan kesegaran bahan makanan sangat terjamin, sehingga memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. “Semua bahan makanan berasal dari Kota Jayapura, jadi kualitasnya sangat terjaga. Ini sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak,” tuturnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperbaiki status gizi anak-anak Papua dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan mereka di masa depan.