31/08/2025
Berita Utama Imbauan Religi

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Tokoh Masyarakat Serukan Persatuan di Papua

Mimika, Papua – Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Papua meresapi seruan persatuan dan toleransi yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Suku Dani, Jhon Murib. Dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Mimika, Jhon Murib mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama agar kedamaian di Tanah Papua tetap terjaga.

“Kita harus menunjukkan bahwa Papua adalah tanah yang penuh kebersamaan dan saling menghormati. Jangan sampai perbedaan menjadi pemicu konflik” tegas Jhon Murib. Ia menambahkan bahwa keberagaman budaya, agama, dan adat istiadat di Papua merupakan kekayaan yang harus dijaga, bukan menjadi sumber perpecahan. Menurutnya, semangat persatuan dan toleransi harus menjadi landasan dalam menghadapi segala dinamika sosial di wilayah tersebut, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Jhon Murib juga mengajak para pemimpin agama dan tokoh masyarakat untuk aktif berperan dalam menciptakan situasi yang damai dan harmonis. “Dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menciptakan Papua yang aman dan sejahtera” pungkasnya. Seruan ini disambut hangat oleh warga yang melihatnya sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kondisi sosial dan keamanan di Papua.

Para tokoh agama dan pemimpin komunitas dinilai memiliki peran strategis dalam membangun dialog antarumat, sehingga potensi konflik bisa diantisipasi sejak dini. Diskusi-diskusi dan pertemuan yang rutin digelar antara berbagai elemen masyarakat dianggap sebagai langkah efektif untuk memastikan bahwa perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan pemersatu.

Banyak warga menyatakan bahwa ajakan Jhon Murib merupakan pesan yang sangat tepat di tengah kondisi sosial yang kerap kali diwarnai oleh isu-isu pemecah belah. Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan,
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Di tengah keragaman yang ada, menjaga toleransi dan saling menghormati adalah kunci agar kita bisa hidup rukun dan damai.”

Antusiasme masyarakat terlihat dari dukungan yang diberikan pada setiap kegiatan yang mengedepankan nilai kebersamaan. Mereka optimis bahwa dengan adanya kerjasama yang erat antara tokoh masyarakat, pemimpin agama, dan aparat keamanan, suasana damai di Papua akan terus terjaga, terutama di masa-masa yang rawan terjadi gesekan.

Di tengah momentum Ramadhan, seruan untuk menjaga persatuan dan toleransi menjadi semakin relevan. Masyarakat Papua berharap bahwa pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya berhenti di tingkat pernyataan, melainkan juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan, mereka ingin mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan inklusif bagi seluruh warga.

Langkah konkret seperti penguatan dialog antar komunitas dan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan diharapkan dapat meredam potensi konflik yang mungkin muncul. Hal ini sejalan dengan upaya berbagai pihak untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan di Tanah Papua.

Dalam suasana Ramadhan yang penuh harapan, masyarakat Papua pun mengajak semua elemen untuk bersatu, saling menghormati, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih cerah. Dengan demikian, keberagaman di Papua tidak hanya menjadi identitas yang unik, tetapi juga menjadi pondasi kuat dalam menjaga kedamaian dan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Related posts

Peran Masyarakat Adat Wujudkan Pilkada Aman Damai

Jubir News

Kaops Damai Cartenz Hopes Hostage Philip Can Be Released Soon

Jubir News

KKB Bakar Sekolah di Okbab. Kapolda : Satgas Damai Cartenz Kejar dan Tangkap

Jubir News