28.6 C
Jayapura
30/08/2025
Berita Utama Headline News

Jembatan Youtefa: Ikon Jayapura dengan Dua Rekor MURI

Jayapura, Papua – Provinsi Papua menyimpan sebuah landmark unik yang telah mencatatkan prestasi membanggakan dengan dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Jembatan Youtefa di Jayapura telah meraih rekor dalam kategori pengiriman rangka baja utuh dengan jarak terjauh, serta pemasangan jembatan rangka baja dengan bentuk utuh terpanjang.

Dikenal juga dengan sebutan Jembatan Merah (JM), jembatan ini diakui sebagai salah satu jembatan paling megah di Provinsi Papua. Sebelumnya, jembatan ini dikenal dengan nama Jembatan Holtekamp dan menghubungkan Kota Jayapura dengan Kampung Hamadi dan Distrik Muara Tami. Jembatan Youtefa memiliki panjang total mencapai 11,6 km.

Asal-usul nama Youtefa berasal dari permintaan masyarakat adat setempat, khususnya dari suku Nafri yang tinggal di sekitar Teluk Youtefa. Dalam bahasa mereka, kata ‘Yo’ berarti kampung, ‘te’ berarti pergi, dan ‘faa’ berarti kampung. Secara keseluruhan, maknanya adalah “pergi ke kampung.”

Meningkatkan Konektivitas dan Mobilitas Masyarakat
Jembatan Youtefa tidak hanya berfungsi sebagai ikon, tetapi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat. Sebelum jembatan ini dibangun, perjalanan antara Kota Jayapura dan Distrik Muara Tami memakan waktu antara satu hingga dua jam karena jarak tempuh mencapai 35 km. Kini, jembatan tersebut mempersingkat waktu perjalanan menjadi hanya 15-30 menit dengan jarak tempuh yang berkurang menjadi 12 km.

Wisatawan dan masyarakat menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw kini juga tak perlu lagi menempuh perjalanan panjang. Jarak antara Jayapura dan PLBN Skouw kini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit.

Peningkatan aksesibilitas ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Para petani yang ingin menjual hasil kebun mereka ke Pasar Youtefa akan merasakan manfaat langsung dari kehadiran jembatan ini.

Bukti Pembangunan Infrastruktur di Papua
Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI, pembangunan Jembatan Youtefa merupakan proyek monumental yang dibiayai dengan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp1,3 triliun, ditambah kontribusi dari APBD Pemerintah Provinsi Papua dan Kota Jayapura sebesar Rp500 miliar. Proyek ini dimulai pada 9 Mei 2015 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Oktober 2019, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa Jembatan Youtefa merupakan simbol dari pembangunan Papua. Ia menegaskan, “Papua harus maju seperti wilayah lainnya di Indonesia,” yang menunjukkan komitmennya untuk membangun tanah Papua menuju masa depan yang lebih baik.

Dengan berbagai keunggulan dan fungsinya yang sangat vital, Jembatan Youtefa kini tidak hanya berfungsi sebagai penyeberangan, tetapi juga sebagai lambang persatuan dan perkembangan bagi masyarakat Papua.

Related posts

Personil Satuan Brimob Polda Maluku Ikut Serta Dalam Melaksanakan Patroli Cipta Kondisi

Jubir News

Awaiting Constitutional Court Ruling, Papuans Urged to Beware of Identity Politics

Jubir News

Chairman of Papua Indigenous Youth, Yan Cristian Arebo, SH, MH, Urges the Community to Maintain Public Order and Security in 2025

Jubir News