Konflik internal mengguncang TPNPB-OPM. Egianus Kogoya, sosok yang selama ini dikenal sebagai pemimpin Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Ndugama-Derakma, kini menghadapi ancaman serius dari organisasinya sendiri.
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengungkapkan bahwa Egianus akan didakwa melakukan pengkhianatan dalam sidang istimewa yang segera digelar.
“Dia telah merusak wibawa Komando Nasional. Konsekuensinya jelas, dia akan menghadapi sanksi dari markas pusat,” tegas Sebby, Rabu (5/3/2025).
Ketegangan dalam tubuh TPNPB-OPM semakin meningkat setelah muncul dugaan bahwa Egianus bertindak atas dasar kepentingan pribadi dan keluarganya. Hal ini dianggap bertentangan dengan prinsip perjuangan organisasi.
Dalam pernyataan yang semakin menegaskan keterpurukan Egianus, Sebby mengonfirmasi bahwa ia tidak lagi dipercaya untuk memimpin Kodap III Ndugama-Derakma, wilayah yang selama ini berada di bawah komandonya.
“Kami muak. Egianus telah melanggar aturan yang seharusnya menjadi prinsip utama perjuangan kami. Komando Daerah Pertahanan tidak akan lagi dipimpin olehnya,” ujar Sebby dengan nada geram.
Langkah ini semakin memperjelas bahwa Egianus bukan lagi figur yang tak tersentuh dalam hierarki TPNPB-OPM. Sebelumnya, ia dikenal sebagai salah satu pimpinan lapangan yang paling disegani, terutama karena aksinya dalam serangkaian serangan terhadap aparat keamanan Indonesia. Namun, kali ini, statusnya berada di ujung tanduk.
Sebby menegaskan bahwa masih banyak pejuang lain yang lebih layak memimpin Kodap III Ndugama-Derakma. Ia bahkan menyebut tindakan Egianus sebagai sebuah pengkhianatan yang mencoreng perjuangan organisasi.
“Kami tidak bisa lagi mempercayainya. Dia telah berkompromi dengan musuh demi keluarganya. Itu sudah cukup untuk mendiskualifikasi dia dari perjuangan ini,” pungkasnya.
Meski sidang istimewa belum digelar, keputusan untuk menyingkirkan Egianus tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Sidang tersebut masih menunggu kesiapan panitia.
Konflik ini menunjukkan bahwa bahkan di dalam TPNPB-OPM, ketegasan terhadap pelanggaran tetap berlaku. Egianus, yang dulu disegani, kini terancam disingkirkan oleh rekan-rekannya sendiri.