Jayapura, Papua – Masyarakat Papua kembali menegaskan komitmen mereka dalam menjaga perdamaian sebagai fondasi utama untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam acara bertajuk “Papua Tanah Damai” yang digelar pada Selasa (14/1), ratusan warga berkumpul di lapangan Kota Jayapura untuk menunjukkan tekad bersama dalam merawat kedamaian.
Kegiatan ini bertujuan menguatkan semangat kebersamaan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Papua. Aksi damai ini diwarnai dengan orasi dari para tokoh adat, pemuka agama, dan pemuda yang mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan dialog dan toleransi dalam menyelesaikan perbedaan.
Acara ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh adat seperti Ondoafi Yanto Eluay, pemuka agama lintas denominasi, hingga kelompok masyarakat adat dan generasi muda Papua. Perempuan adat juga hadir untuk menyuarakan peran mereka dalam menciptakan harmoni di tanah Papua.
Acara berlangsung di lapangan umum Kota Jayapura, Papua, pada Selasa, 14 Januari 2025, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIT.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas di Papua. Masyarakat Papua ingin menegaskan bahwa kedamaian adalah elemen penting dalam menjaga persatuan Indonesia sebagai bangsa yang beragam
Acara dimulai dengan doa bersama lintas agama, dilanjutkan dengan tarian adat sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal. Dalam pidatonya, Ondoafi Yanto Eluay menyampaikan, “Papua adalah rumah kita semua. Perdamaian bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, melainkan seluruh masyarakat.” Orasi dari pemuka agama juga menegaskan pentingnya kasih dan toleransi dalam membangun hubungan antarmasyarakat.
Di penghujung acara, peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diiringi pengibaran bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan. Seruan “Papua Tanah Damai” menjadi penutup yang menginspirasi seluruh peserta untuk terus menjaga perdamaian di bumi Cenderawasih.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun solidaritas dan persaudaraan di antara masyarakat Papua, sekaligus menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.