Jayapura – Operasi Damai Cartenz 2024 mencatat sejumlah pencapaian penting dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan keamanan di wilayah Papua. Satgas Damai Cartenz berhasil menunjukkan kinerja yang signifikan melalui berbagai aksi strategis, termasuk pendudukan markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), penangkapan anggota, pembebasan sandera, serta pengamanan infrastruktur public, Kamis (02/01).
Kaops Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, S.Sos, S.I.K, M.H mengungkapkan pada November 2024, tim operasi berhasil menduduki dua markas KKB yang dipimpin oleh Elkius Kobak di Yahukimo. Langkah ini merupakan salah satu keberhasilan besar dalam upaya memutus jaringan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
“Selain itu, beberapa anggota KKB berhasil dilumpuhkan selama operasi berlangsung. Salah satu peristiwa penting terjadi pada 11 April 2024, ketika personel Damai Cartenz menembak mati dua anggota KKB, Toni Wetapo dan Afrika Heluka, yang sebelumnya terlibat dalam berbagai aksi kekerasan, termasuk penembakan pesawat dan serangan terhadap aparat keamanan,” jelas Kaops Damai Cartenz 2024.
Dirinya menambahkan Satgas Damai Cartenz juga mencatat keberhasilan dalam membebaskan sejumlah sandera yang sebelumnya ditahan oleh KKB. Pembebasan ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk melindungi keselamatan warga sipil dari ancaman kelompok bersenjata.
“Selain itu, pengamanan infrastruktur publik menjadi salah satu fokus utama operasi ini. Upaya tersebut terlihat dari tindakan cepat personel Damai Cartenz dalam menanggapi serangan dan pembakaran Puskesmas di Distrik Omukia pada Februari 2024. Dalam waktu singkat, beberapa pelaku berhasil ditangkap, sehingga mencegah meluasnya ancaman terhadap fasilitas umum,” tutur Brigjen Faizal.
Operasi Damai Cartenz 2024 telah memberikan dampak signifikan terhadap keamanan di Papua. Dengan pencapaian ini, pemerintah berharap situasi di wilayah tersebut dapat semakin kondusif untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.