Papua- Seusai dari dibebaskannya Pilot Susi Air Philip Mark Martens selama kurang lebih 1,5 Tahun. Seorang Susi Pudjiastuti yang merupakan pendiri atau pemilik maskapai penerbangan Susi Air menyampaikan sakit hatinya, amarahnya bahkan kekecewaannya terhadap perlakuan Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut.
Mendengar beberapa rekaman dari seorang Susi Pudjiastuti menyampaikan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak ada rasa kemanusiaan terhadap Masyarakat Papua.
Ia menyebut bahwa mereka lebih memilih untuk membuat kekacauan dan masalah yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri.
“Terjadi pembunuhan, penyanderaan, pembakaran fasilitas sekolah, rumah sakit, rumah warga, penerbangan, perkantoran itu untuk apa?,” tanya susi.
Selain itu, Susi juga menegaskan bahwa penerbangan adalah salah satu faktor utama terhadap masyarakat di pelosok Papua. Ia juga ikut merasakan bila tidak ada pesawat yang masuk di daerah tersebut maka masyarakat akan susah mendapatkan Bama, Obat-obatan dan kebutuhan lainnya.
“Jadi perlakuan KKB seperti ini yang membakar fasilitas pendidikan, penerbangan, kesehatan, dan lalin-lain berdampak kah pada kemerdekaan Masyarakat Papua?,” tegas Susi.
Lanjut, dirinya juga mepertanyakan soal Sebby Sambom yang dikenalnya sebagai Jubir Organisasi TPNPB-OPM bahwa apa yang dilakukan mereka itu adalah hal yang tidak berprikemanusiaan dan justru malah menghilangkan hak-hak kemerdekaan Masyarakatnya sendiri.
“Bayangkan saja kalau sudah tidak ada penerbangan, puskesmas, sekolah? Apakah mereka bisa mendapatkan hak kemerdekaan mereka secara layak?,” terangnya.
“Apakah ada bentuk kebebasan dan kenyamanan yang sudah diterima Masyarakat Papua dari diperbuat Kelompok ini?,” ucapnya.
Ia menyoroti bahwa Papua perlu pembangunan yang lebih cepat dan tenaga kerja yang banyak untuk mengisi Papua sehingga bisa tercapai Papua yang damai dan indah.
Namun, ia mengutuk Sebby Sambom yang tidak mempunyai nilai-nilai kemanusiaan ini jangan sampai menganggu atau menghasut anak-anak di Papua untuk kepentingannya sendiri.
“Saya tidak habis pikir dengan Sebby Sambom yang saya dengar dan lihat bahwa orang ini tidak mempunyai nilai moral yang baik,” terang Susi.
Ia berharap Pemerintah terus berupaya memperhatikan Papua dan jangan ditinggalkan begitu saja sampai semua fasilitas yang ada di Tanah Papua dapat merata seluruhnya.