Jayapura- Pendeta Yones Wenda, seorang tokoh agama terkemuka di Papua, mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti seruan KNPB dan sebaliknya merayakan HUT RI dengan penuh sukacita dan rasa nasionalisme.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari perjuangan para pahlawan, termasuk para pejuang dari Papua, dan sudah seharusnya masyarakat Papua menjaga dan menghormati kemerdekaan ini dengan cinta kepada tanah air.
Papua adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menjaga keutuhan dan kedamaian di Papua adalah tanggung jawab bersama, dan seruan KNPB untuk mogok nasional justru dinilai sebagai upaya untuk memecah belah bangsa.
Selain itu, Yakobus Dumupa, seorang tokoh Katolik dan intelektual muda Papua, menegaskan bahwa Papua sudah merdeka dari penjajahan dan saat ini merupakan bagian dari NKRI. Ia mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam memajukan Papua, terutama dalam hal pendidikan dan pembangunan ekonomi.
Pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat Papua juga menyadari pentingnya peran media dalam menjaga kedamaian di wilayah tersebut.
Seruan mogok nasional oleh KNPB juga dianggap sebagai tindakan yang tidak menghargai kebutuhan dan hak-hak masyarakat Papua. Menghentikan aktivitas masyarakat demi kepentingan sekelompok kecil orang jelas melanggar hak asasi manusia. Apalagi, tindakan ini dilakukan di tengah upaya masyarakat dan pemerintah untuk memajukan Papua dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah tersebut.