Papua- Pernyataan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom hanya merupakan pernyataan Propaganda dan Hoax (Tidak benar). Hal tersebut dikarenakan dirinya menerangkan 2 keterangan yang berbeda saat Kejadian yang terjadi belakangan ini mengakibatkan hilangnya nyawa Pilot Helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service, Glen Malcolm Conning.
Sebelumnya, tepat disaat insiden tersebut terjadi. Sebby mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh pihaknya yang telah menembak Glen Malcolm Conning. “Pihaknya telah menyatakan Distrik Alama sebagai wilayah konflik bersenjata dan kelompoknya telah melarang pesawat, pembangunan, serta aktivitas lain masuk ke wilayah tersebut,”.
“Tapi karena kepala batu (keras kepala), ya itu risiko tanggung sendiri,” ucapnya.
Dia juga mengatakan penembakan itu dilakukan karena mereka menduga Glen Malcolm merupakan mata-mata. “Kami anggap dia mata-mata untuk memantau pertahanan TPNPB di Mimika,” kata Sebby.
Tapi tidak lama kemudian ia mengklaim bahwa TPNPB-OPM tidak bertanggung jawab atas peristiwa itu, karena tak memiliki pasukan di Alama. “Kami curiga pembunuhan ini sudah menjadi skenario oleh milter dan polisi Indonesia,” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan bukti dan tanda bahwa Sebby Sambom hanya memprovokasi dan hanya memberikan tudingan yang jelas tanpa bukti nyata. Sedangkan, sebaliknya Aparat Keamanan turun langsung Ke TKP untuk memastikan insiden tersebut.
Jadi Pernyataan Sebby Sambom adalah Pembodohan Publik yang tidak bisa dipercaya kebenarannya dan merupakan aktor dari perpecahan Masyarakat di Tanah Papua.